Berita Lokal PekanbaruNews

WWF: Kebakaran Lahan Terjadi Akibat Keserakahan Cukong

Oleh: Suandri Ansah

Metropekanbaru.com, Jakarta – World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia melihat massifnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan bukan karena faktor cuaca. Meluasnya karhutla disebut karena ulah para perusahaan pemilik konsesi lahan.

Direktur Kebijakan dan Advokasi WWF Indonesia, Aditya Bayunanda menilai karhutla terjadi karena ulah para cukong lahan. Mereka membiayai warga untuk membuka lahan dengan cara dibakar.

“Bisa juga konteksnya perusahaan. Saya lihat, polanya sekarang cukong itu yang membiayai oknum-oknum masyarakat untuk melakukan pembukaan lahan-lahan itu,” ujar Aditya di kantornya, Jakarta Selatan, Selasa (17/9)

Dia menjelaskan, modal untuk membuka lahan kebun sawit tidak murah. Perusahaan sedikitnya bisa mengeluarkan dana Rp 40 juta hingga Rp 60 juta sekali membuka lahan. Sebab itulah perusahaan lebih memilih jalan pintas dengan pembakaran.

“Bisa membuka 50-60 hektare, itu pasti ada yang ikut membiayai, memodali,” kata dia. Pantauan aplikasi eye in the forest, titik api atau hotspot terjadi di banyak tempat di kawasan Sumatera dalam sepekan.

Hotpsot tersebut muncul di area hutan produksi yang statusnya konsesi maupun di luar konsesi. Paling banyak, hotspot tersebut terdapat di area penggunaan lain (APL) atau kawasan bukan hutan dan wilayah-wilayah areal konservasi, salah satunya di wilayah Londerang.

Lebih lanjut, dia meminta Pemerintah, dalam hal ini Presiden Joko Widodo tak menganggap remeh persoalan karhutla. Dia meminta bencana asap pekat akibat karhutla ini ditangani secara serius.

“Persolan karhutla sekarang itu jangan dianggap normal. tahun 2015 itu El Nino ya, jadi di beberapa tempat sampai setahun lebih enggak hujan, itu ada enggak sekarang? dalam artian akibatnya yang luar biasa,” katanya. (*/Dry)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close