Berita Lokal PekanbaruNewsNusantara

Woww, Sudah 400 Orang Utan Dikembalikan ke Habitatnya

Oleh: Yuliawan A

Metropekanbaru.com, SAMARINDA– Sebanyak 400 orang utan yang telah melewati masa rehabilitasi dan dikembalikan ke habitatnya di Hutan Kehje Sewen, Kutai Timur. Hutan tersebut merupakan hutan konsesi Restorasi Ekosistem seluas 86.450 hektare.

Pelepasliaran 400 orang utan tersebut dilakukan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Kalimantan Timur dan Yayasan Borneo Orang Utan Survival (BOS) sejak 2012. Sebelumnya direhabilitasi di Pusat Rehabilitasi Orang Utan Yayasan BOS Samboja Lestari.

“Hingga penghujung bulan Juli, kita telah melepasliarkan orangutan di Hutan Kehje Sewen ini sebanyak 107 individu. Dalam kurun waktu 30 hari saja (bulan Juni-Juli) kita telah melakukan empat kali pelepasliaran,” ujar Jamartin Sihite, CEO Yayasan BOS, Jumat (26/7).

Hingga saat ini, masih ada 500 orang utan yang menunggu giliran dilepasliarkan. Di Kalimantan Timur ada 140 orang utan yang direhabisitasi dan di Kalimantan Tengah sebanyak 360 orang utan. “Kebanyakan sudah siap untuk dilepasliarkan. Tapi hutan pelepasliaran yang saat ini kami manfaatkan, sudah semakin mendekati ambang kapasitasnya” ujarnya.

Dia berharap adanya upaya dari Pemerintah Provinsi Kaltim untuk memfasilitasi hutan baru bagi tempat pelepasliaran orangutan ini. Dalam skema Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan bukan Kayu (IUPHHK-RE)
agar mendapatkan dukungan dari semua pihak, terutama pemerintah pusat dan daerah. Sehingga, ratusan orang utan yang saat ini masih menanti kebebasan di pusat rehabilitasi bisa segera dilepasliarkan.

“Ini ditambah juga dengan penegakan hukum yang lebih ketat dan sosialisasi undang-undang yang melindungi orangutan agar tidak ditangkap sebagai hewan peliharaan, kami harapkan bisa membantu upaya konservasi orangutan secara umum,” ujarnya.

Sementara itu Kepala BKSDA Kaltim Sunandar Trigunajasa mengatakan pelepasliaran orangutan pekerjaan yang mudah, dan butuh kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan, karena konservasi adalah upaya besar yang manfaatnya akan dirasakan oleh semua manusia.

“Pemerintah, masyarakat, dan organisasi massa termasuk pelaku bisnis harus saling mendukung aktif dalam melanjutkan upaya pelestarian sumber daya alam di Kalimantan Timur, dalam hal ini orangutan dan satwa liar. Selain dilindungi Undang-Undang, mereka juga berperan besar dalam ekosistem hutan. Mari lindungi hutan kita dan keanekaragaman hayati di dalamnya,” katanya. (Aza/Yan/INI Network)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close