Berita Lokal PekanbaruLifestyleNewsUncategorized

Wow, Janda Ini Alami Orgasme Tak Henti-henti

Oleh: Anisa Tri K

Metropekanbaru.com, JAKARTA– Seorang janda tiga anak di Inggris menderita sebuah kondisi langka. Ia mudah mengalami orgasme terus-menerus walaupun tidak tengah melakukan hubungan seksual. Maria divonis mengidap gangguan gairah genital persisten (PGAD), yakni kondisi yang disebabkan oleh kerusakan saraf antara vagina dan anus.

“Sebagian besar waktu saya merasa seperti saya duduk di sarang semut. Ada saat-saat menggelitik sepanjang hari, tetapi kemudian sesuatu memicunya dan itu adalah orgasme yang penuh,” ujarnya dikutip dari Daily Mail.

Kondisi ini membuat hidupnya tidak nyaman, bahkan sangat mengganggu aktivitasnya sehari-hari, seperti mengemudi, turbulensi pesawat terbang, atau menaiki eskalator, bisa memicu orgasme. Maria mengaku mengalami orgasme dari getaran yang disebabkan oleh musik: bermain biola misalnya.

“Sembilan puluh persen dari hidup saya telah hancur dan 10 persen lainnya tidak begitu bagus juga. Saya harus menyerah secara sukarela karena hanya dengan bergerak saja dapat mematikan,” ungkap Maria.

Kondisi tersebut diakui Maria telah dialaminya sejak September 2017. Ia mengira, kondisinya itu dipicu oleh kelalaian dokter saat pemeriksaan organ kebidanan. Diduga, pemicu sindrom ini saat pemeriksaan organ vital. Dokter memasukkan spekulum atau alat pemeriksaan ke dalam vaginanya. Dua bulan berikutnya, muncul gejala untuk pertama kalinya yang berakhir dengan diagnosis PGAD.

Maria telah mencoba beberapa cara untuk mengobati kondisinya, seperti fisioterapi dasar panggul, dan suntikan steroid langsung ke klitorisnya, tetapi tidak ada yang berhasil. Ia pun kini masih terus mencari jenis pengobatan yang lebih baik.

Persistent Genital Arousal Disorder (PGAD)

Restless Genital Syndrome (RGS) atau dapat disebut juga sebagai Persistent Genital Arousal Disorder (PGAD) adalah suatu sindrom yang ditandai dengan adanya sensasi yang timbul secara terus-menerus pada daerah genital. Sensasi ini dapat berupa rasa gatal, geli, atau nyeri tanpa adanya rangsangan pada daerah genital.

Sindrom ini muncul bukan oleh gairah seksual dan dapat bertahan pada periode waktu tertentu. Ini bisa terjadi beberapa jam, hingga dapat bertahan sampai beberapa bulan, serta dapat menimbulkan perasaan stres dan tidak nyaman bagi penderitanya. Sindrom ini sendiri dapat diderita siapa pun, baik laki-laki maupun perempuan.

Penyebab utama timbulnya sindrom ini belum diketahui secara pasti. Terdapat beberapa teori yang diduga menjadi penyebab timbulnya sindrom ini, seperti gangguan pada syaraf, kejiwaan, dan pembuluh darah. Untuk menentukan sindrom ini belum ditemukan adanya pemeriksaan yang pasti. Diagnosa awal sindrom ini dibuat berdasarkan pada keluhan yang dirasakan, tetapi tidak ditemukan adanya kelainan yang mendukung ke arah suatu kondisi penyakit lain.

Pada dasarnya, sindrom ini tidak berbahaya (tidak mengancam nyawa secara langsung), tetapi dapat menyebabkan rasa tidak nyaman, stres, hingga dapat terjadinya depresi pada orang yang mengalami sindrom tersebut. Untuk pengobatannya pun sampai saat ini belum ada rekomendasi yang jelas dan masih dalam tahap pengembangan dan uji coba.

Apabila anda merasa Anda mengalami gejala ini, Anda dapat mencoba berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis saraf untuk memastikan apakah memang benar Anda mengalami sindrom ini ataukah terdapat penyakit lain yang menimbulkan gejala serupa. Untuk mengurangi efek dari gejala ini, Anda dianjurkan untuk mengalihkan pikiran kepada hal-hal positif, seperti berolahraga, menjalani hobi, dan lain-lain. (AS)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close