Berita Lokal PekanbaruNews

Webgis.menlhk: Titik Kebakaran Berada di Korporasi, Tim KLHK dan PT AS di Inhu Membantah

Oleh: Hamdan

Metropekanbaru.com, INDRAGIRI HULU – Saat kasus Karhutla akan menjerat korporasi dan perorangan. Puluhan hektar lahan bekas lahapan sijago merah di Kabupaten Indragiri Hulu secara spontan menjadi tak bertuan. Hingga saat ini penindakan kasusnya belum diketahui.

Hal ini terjadi di Kecamaatan Batang Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu. Riau, dari peta mengatakan bahwa titik api karhutla masuk dalam HGU korporasi. Itu dibuktikan melalui peta yang di keluarkan oleh webgis.menlhk.go.id yang mengatakan bahwa titik kebakaran berada di PT Arvena Sepakat.

Untuk mengetahui lebih lanjut, Metropekanbaru mencoba konfirmasi ke salah satu karyawan perkebunan kelapa sawit milik PT Arvena Sepakat pada Sabtu (5/10). Sebut saja Udin namanya (samaran), menurut dia bahwa titik kebakaran terjadi pada Senin (9/9) itu masuk dalam HGU perusahaan.

” Berdasarkan lokasi dan peta yang didapat sangat jelas bahwa api karhutla berada di areal korporasi. Kalau ini bungkam, berarti diduga Gakkum KLHK bermain mata dengan PT Arvena,” ucapnya.

Selanjutnya Humas PT AS, Robet saat dikonfirmasi terkait karhutla yang terjadi di areal kebut kelapa sawit pada tanggal (9/9) membantah bahwa hal tersebut tidak benar. ” Bukan di HGU perusahaan pak, tetapi lahan masyarakat yang tak tau siapa pemiliknya,” singkatnya pada Jumat (4/10).

Sisi lain, hal senada juga disampaikan oleh pihak Gakkum KLHK wilayah dua, Alfian Hardian sebagai Kepala Balai Gakkum melalui Julbahri, selaku PLH di KLHK bahwa api karhutla tidak di HGU korporasi.

Melalui jalur pribadi WhatsApp Julbahri menerangkan titik api berada sangat jauh dari areal konsesi perusahaan. Itu dibuktikanya dengan mengirim peta hasil tim lakukan pengecekan. Peta tersebut sangat jauh beda dari apa yang telah dihimpun oleh wartawan Metropekanbaru.

Namun demikian, dikatakan Julbahri atas perbandingan ini, akan ditelusuri kembali bersama tim. ” Terimakasih pak telah memberikan data perimbangannya,” kata Julbahri.

Pada sabtu (5/9) pagi, Alfian menambahkan sesuai hasil giat tim kawan-kawan seksi II terkait karhutla menjelaskan bahwa dari hasil ploting titik koordinat kebakaran berada di luar HGU Arvena dan kemungkinan besar areal terbakar milik masyarakat, tambahnya. (dan)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close