Berita Lokal PekanbaruNews

Walikota Sebut 24 Sekolah Model Madani di Pekanbaru Sejalan dengan Pemikiran Wapres

Oleh: Bayu Derriansyah

Metropekanbaru.com, PEKANBARU – Walikota Pekanbaru, Firdaus menyebutkan, keberadaan 24 Sekolah Model Madani atau Favorit tingkat Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) yang berada di Kota Pekanbaru sejalan dengan pemikiran Wakil Presiden (Wapres) RI, Jusuf Kalla.

Itu dikatakan Firdaus, usai menghadiri audiensi antara pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) bersama Wales di Istana Wakil Presiden Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Jum’at lalu.

Firdaus mengatakan, dalam audiensi tersebut, Wapres mengungkapkan jika dirinya menginginkan seluruh daerah di Indonesia tetap mempertahankan keberadaan sekolah favorit pasca penerapan sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2020.

“Kata Wapres, bagaimanapun sekolah favorit mesti ada juga, tidak harus dihapus, karena itu termasuk dalam smart. Pemikiran beliau (Wapres) itu sudah kita laksanakan, karena sekolah favorit di Pekanbaru tetap ada, hanya berganti nama menjadi Sekolah Model Madani,” ujar Firdaus.

Firdaus menjelaskan, bahwa 24 Sekolah Model Madani sudah diterapkan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru sebuah 2018 lalu.

“Kita sudah menjalankan di satu kecamatan ada satu SD dan satu SMP yang kita jadikan sebagai sekolah favorit. Sekolah favorit ini merupakan sekolah binaan yang kita sebut tadi sebagai Sekolah Model Madani,” jelas Firdaus.

“Sekolah ini merupakan sekolah negeri yang secara sarana dan prasarana atau fasilitasnya lebih dari sekolah lain. Bahkan,  proses pembelajarannya sudah menggunakan teknologi IT berupa komputer. Artinya, pemikiran yang disampaikan pak JK, di Pekanbaru sudah kita laksanakan,” tambahnya.

Sejauh ini, terang Firdaus, Wapres menilai keberadaan sekolah favorit di kota-kota besar yang sebagian besar di antaranya merupakan sekolah swasta telah mengkotak-kotakan masyarakat. Hal itu lantaran biaya pendidikan di sekolah favorit hanya terjangkau oleh kalangan tertentu.

“Ini terjadi kasta (pembagian masyarakat). Bagi mereka yang berada, mereka gengsi-gengsian anaknya sekolah dimana. Mereka umumnya tidak mau anaknya di sekolah negeri, karena mereka anggap sekolah negeri mutunya rendah dan juga hanya untuk orang menengah ke bawah. Ini tidak boleh terjadi kata beliau (Wapres),” tegasnya.

“Untuk itu, beliau (Wapres) menginginkan sekolah negeri juga harus dijadikan sebagai sekolah favorit. Nah, di Pekanbaru kita sudah ada Sekolah Model Madani, dan itu sudah kita laksanakan,” imbuhnya.

Sementara terkait penerapan sistem zonasi, Firdaus menyebutkan tidak ada permasalahan serius yang terjadi di Kota Pekanbaru.

“Kalau kita di Pekanbaru, kondisinya sangat sesuai. Dan kita menyambut baik penerapan zonasi ini meski masih banyak daerah yang belum bisa menerima,” tuturnya.

Adapun Sekolah Model Madani tingkat SMPN di Kota Pekanbaru diantaranya SMPN 1 di Kecamatan Pekanbaru Kota, SMPN 6 di Rumbai Pesisir, SMPN 9 di Tenayan Raya, SMPN 10 di Limapuluh. Selanjutnya  SMPN 12 di Senapelan, SMPN 13 di Sail, SMPN 17 di Sukajadi, SMPN 20 di Tampan, SMPN 22 di Bukit Raya, SMPN 29 di Rumbai, SMPN 33 di Payung Sekaki, dan SMPN 34 di Marpoyan Damai. bayu/jss

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close