Berita Lokal PekanbaruNasionalNews

Walhi: Pemerintah Gagal Lindungi Hak Dasar Masyarakat

Oleh: Suandri Ansah

Metropekanbaru.com, Jakarta – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menyatakan pemerintah gagal melindungi hak dasar warga negara untuk mendapat udara segar. Kesimpulan ini diungkapkan mengingat bencana asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tak kunjung padam.

Kepala Departemen Advokasi Walhi, Zenzi Suhadi memprediksi warga di Sumatera dan Kalimantan akan mengalami krisis oksigen. Oksigen akan menipis jika musim kemarau masih terjadi hingga akhir Oktober.

“Kami tidak melihat tanda-tanda pemerintah menyiapkan skenario tertentu untuk memastikan keselamatan masyarakat terdampak,” ujar Zenzi saat konferensi pers di Kantor Walhi, Jakarta Selatan, Selasa (24/9).

Upaya pemadaman dan pemulihan warga terdampak terus dilakukan pemerintah. Namun, Walhi memandang bawha tindakan pemerintah masih lamban, khususnya untuk pemulihan ekosistem dan penegakan hukum.

Walhi mencatat adanya penurunan titik api sepanjang 2016 sampai 2018. Meskipun ada pengurangan, Zenzi mengatakan risiko kebakaran justru meningkat. Setidaknya dipengaruhi tiga hal.

“Satu, gagalnya pemulihan ekosistem, kedua terjadi penambahan wilayah yang dirusak baik di provinsi sekarang dan provinsi lain speerti Papua, Aceh dan Sumatera Utara. Ketiga kejahatannya belum dihentikan,” papar Zenzi.

Zanzi menambahkan, saat ini kondisi sebaran titik api hampir merata di tiap provinsi. Hanya saja titik api di Sumatera dan Kalimantan terpantu yang paling parah dampaknya karena yang terbakar ekosistem gambut. (*/Dry)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close