Berita Lokal PekanbaruNews

Tragis, Disambar Petir, Seorang Penggembala Tewas Bersama 19 Kerbaunya

Oleh: Daniel P

Metropekanbaru.com, MEDAN – Seorang gembala di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara meninggal saat menggembala, Senin (19/8). Penggembala itu meninggal bersama 19 ekor kerbau.

Korban diketahui bernama Sintor Habeahan, warga Dusun II Desa Uratan, Kecamatan Andam Dewi, Tapteng. Pria berusia 23 tahun itu ditemukan tewas di dekat kandang kerbau. Belasan ekor kerbau dalam kandang itu juga tergeletak mati.

Saat kejadian, kondisi cuaca di wilayah Tapteng memang sedang dilanda hujan lebat disertai petir sambung menyambung.

Salah seorang warga sekitar, Parulian mengatakan, korban disambar petir saat mengasapi kerbau di dalam kandang milik Mikael Simbolon.

“Tiap hari, kerbau itu harus diasapi supaya tak diganggu nyamuk,” urainya, Selasa (20/8).

Sementara itu, Kapolres Tapteng, AKBP  Sukamat membenarkan peristiwa itu. Menurut dia, saat itu korban sedang menghidupkan perapian untuk kerbau yang sudah dimasukkan ke dalam kandang, supaya terhindar dari gigitan nyamuk. Tiba-tiba datang petir menyambar.

“Akibatnya korban meninggal beserta 19 kerbau yang ada dalam kandang,” katanya.

Dia menambahkan, 19 ekor kerbau yang mati disambar petir tersebut akan dikubur secara massal pada satu lubang besar. “Jenazah korban sendiri saat ini masih disemayamkan di rumah duka,” pungkasnya. (Far/PS/INI Network)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close