Berita Lokal PekanbaruInternasional

Timur Tengah Tegang, Iran Ancam Serang Kapal Induk AS

Oleh : Djoko Su’ud Sukahar

Metropekanbaru.com, TEHERAN-Timur Tengah menegang. Kapal induk Amerika serikat (AS) berkeliaran di kawasan ini, dan memberi ancaman terhadap Iran.

Mendapat ancaman itu, Iran berbalik mengancam. Komandan senior Garda Revolusi Iran mengatakan, kehadiran militer AS di dekat wilayahnya ini bukan ancaman, tetapi target yang bisa diserang.

Militer AS telah mengirim sejumlah armada termasuk satu kapal induk dan pesawat pengebom B-52, ke kawasan Timur Tengah. Ini, menurut pejabat AS untuk menangkal ancaman Iran terhadap militernya di kawasan ini.

Kapal induk AS yang dikirim itu adalah USS Abraham Lincoln yang menggantikan kapal lainnya dalam misi di kawasan Teluk.

“Kapal induk ini setidaknya membawa 40-50 pesawat dan 6 ribu personel. Ini merupakan ancaman serius bagi kita di masa lalu. Tapi untuk sekarang, ini adalah target,” kata Kepala Divisi Dirgantara Garda Revolusi Iran, Amirali Hajizadeh, pada kantor berita ISNA yang diambil Reuters, Senin (13/5/2019).

“Jika mereka (AS) mengambil langkah, kita akan menyerang mereka,” tambahnya.

Seperti diketahui, Presiden Donald Trump telah meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran. Trump menghentikan ekspor minyak Iran, untuk memaksa Iran menghentikan program nuklir dan rudalnya, dan mengakhiri dukungan untuk proxy Iran di Suriah, Irak, Lebanon dan Yaman.

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo mengatakan, pengerahan armada militer ke kawasan Timur Tengah itu merespons informasi intelijen soal potensi serangan Iran.

“Kita telah melihat laporan ini. Sungguh nyata. Tampak seperti sesuatu yang aktual, itulah yang kita khawatirkan saat ini,” sebut Pompeo pada CNBC.

“Jika Iran memutuskan menyerang kepentingan AS di Irak, Afghanistan, Yaman atau lokasi lain di Timur Tengah, kita siap meresponsnya dengan cara yang pantas. Tujuan kita bukanlah perang,” kata Pompeo.

Menanggapi itu, Komandan Angkatan Laut Iran, Laksamana Muda Hossein Khanzadi, menyatakan agar militer AS segera keluar dari kawasan Timur Tengah.

“Kehadiran AS di kawasan Teluk Persia telah mencapai batas akhir. Mereka harus meninggalkan kawasan ini,” katanya.

Sedang Mayor Jenderal Hossein Salami yang ditunjuk menjadi Panglima Garda Revolusi Iran bulan lalu, kepada parlemen Iran, Minggu (12/5) waktu setempat, menyebut, AS telah memulai perang psikologis di kawasan Timur Tengah.

“Komandan Salami, dengan memperhatikan situasi di kawasan, menganalisis, bahwa Amerika telah memulai perang psikologis,” kata juru bicara parlemen Iran, Behrouz Nemati. reuters/isna/afp/jss

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close