Berita Lokal PekanbaruNews

Terseret Ombak, Mantan Kapten Persis Solo dan Putrinya Belum Ditemukan

Oleh : Bagus Aryo Wicaksono

Metropekanbaru.com, BANTUL-Feriyanto dan putrinya belum ditemukan. Keduanya terseret ombak di Pantai Baru, Bantul.

Feryanto ( 35) mantan Kapten Kesebelasan Persis Solo, dan anaknya fajrina Dwi Saputri yang menjadi korban gelombang besar di Pantai Baru, Sanden, Bantul, DIY, hingga kini belum juga ditemukan.

Sebelumnya diberitakan, karena gelombang tinggi, mereka tersapu ombak. Saat kejadian, Ferry masih sempat melemparkan Felicia (putri sulungnya) ke tepi pantai sehingga selamat dari sapuan gelombang.

Tim SAR menuturkan sudah berupaya menyelamatkan Ferry dan Fajrina, namun karena ombak yang terlalu besar, maka personel Tim SAR sempat terpental ke darat.

Adapun tiga korban berhasil selamat adalah Amelia (17), Afdhal (11) dan Felicia yang langsung dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Srandakan untuk mendapatkan perawatan. Sementara itu Rohimah bersama keluarga yang lain selamat

Dwi Rias Pamuji, Koordinator SAR Satlinmas wilayah 4 DIY menuturkan hingga saat ini pihaknya dibantu Basarnas DIY, POS AL Samas, Ditpolair, BPBD Bantul dan berbagai pihak lain masih terus melakukan pencarian terhadap dua korban yang hilang.

Pencarian terhadap kedua korban menurut rencana akan diperpanjang hinggga Minggu ( 23/6) mendatang.

“Memasuki hari kedua pada Jumat (21/6) pencarian dua orang wisatawan terseret ombak di Pantai Baru Bantul dilanjutkan oleh Tim SAR gabungan,” kata Humas Kantor Badan SAR Nasional (Basarnas) Yogyakarta Pipit Eriyanto di Yogyakarta.

Pencarian terhadap dua korban pada Jumat dimulai pukul 06.30 WIB yang dibagi menjadi tiga SAR Unit (SRU). Untuk SRU 1 adalah SRU Laut melakukan penyisiran melalui laut dengan menggunakan perahu jukung milik SAR Satlinmas Rescue Istimewa wilayah 4.

Kemudian SRU 2 melakukan penyisiran di sepanjang pantai dari lokasi kejadian atau Pantai Baru ke arah barat sepanjang pantai hingga muara Kali Progo dengan menggunakan amphibiur ATV milik Basarnas Yogyakarta.

“Sedangkan SRU 3 melakukan penyisiran melalui darat mulai dari lokasi kejadian ke arah timur sampai Pantai Kuwaru menggunakan beach patrol Basarnas Yogyakarta,” kata Pipit.

Dia mengatakan, personil SAR gabungan yang terlibat dalam operasi sekitar 80 orang terdiri dari Basarnas Yogyakarta, Pos AL Samas, DitPolair Polda DIY, Satlinmas Wilayah 4 dan 3, BPBD Bantul, PMI Bantul dan potensi SAR lainnya.

“Sampai siang ini korban belum ditemukan dan Tim SAR gabungan masih terus melakukan proses pencarian,” katanya.

Adapun kecelakaan laut itu bermula ketika rombongan wisatawan dari Sukoharjo, Jawa Tengah yang berjumlah delapan orang berwisata ke kawasan Pantai Baru Bantul, empat di antaranya langsung bermain air di pinggir pantai tersebut.

Namun, katanya, ketika sedang bermain air di pinggir pantai tiba-tiba datang ombak besar hingga mengakibatkan empat orang terseret ombak, kemudian seorang atas nama Feryanto (35) mencoba menyelamatkan empat wisatawan, namun justru menjadi korban.

“Tiga korban berhasil diselamatkan, namun nahas bagi Feryanto (35) dan Fajrina Dwi Saputri (7) ketika petugas Satlinmas wilayah 4 ingin menyelamatkan, ke-dua korban sudah tergulung ombak,” katanya. (sug)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close