NewsNusantara

Terjaring Razia, 51 Pasangan Mesum Diamankan

Oleh: Urba Adiwijaya

Metropekanbaru.com, Ternate – Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara menjaring 51 pasangan mesum di hotel, penginapan, maupun kos-kosan. Para pelaku terjaring melalui Operasi Bina Kusuma (OBK) II yang berlangsung selama 15 hari terakhir di provinsi itu.

“Untuk masyarakat yang terjaring operasi ini dilakukan pembinaan dan diamankan barang bukti serta pembuatan surat pernyataan,” kata Kabid Humas Polda Maluku Utara, AKBP Yudi Rumantoro, di Ternate, Selasa (12/11).

Dia menyatakan, dalam operasi itu, 22 personel Polda Maluku Utara juga menjaring pelaku penjual minuman keras (miras) dan mengamankan sembilan tersangka penjual miras dengan barang bukti 62 kantong plastik miras cap tikus, 10 botol bir putih, dan tujuh botol kaleng bir hitam.

Para tersangka dan barang bukti telah diamankan. Selanjutnya, para tersangka akan menjalani pembinaan, diminta membuat surat pernyataan, serta menjalani proses tipiring (tindak pidana ringan).

Polisi juga mengamankan 63 orang yang terjaring razia. Mereka terdiri atas 48 peminum miras, enam pasangan yang bukan suami istri, tiga prostitusi online. “Untuk peminum miras dan pasangan bukan suami istri dilakukan pembinaan dengan metode iktikaf tiga hari di Masjid Ihwanul Muslimin Kelurahan Soa,” ujarnya.

Sementara, untuk tiga orang yang terjaring prostitusi diserahkan ke Reskrimum Polda Maluku Utara guna diproses lebih lanjut. Akan tetapi, dari hasil pemeriksaan, tiga orang tersebut tidak memenuhi unsur atau bukti prostitusi sehingga akhirnya dibebaskan.

Dari hasil rekapan total temuan operasi Bina Kusuma II Kieraha 2019, Polda Maluku Utara dan jajaran mengamankan penjual minuman keras 38 tersangka, barang bukti berupa 564 kantong plastik minuman keras jenis cap tikus, 75 botol minuman keras jenis cap tikus dalam kemasan botol Aqua 600 ml, 26 jerigen 25 liter miras jenis cap tikus, 159 botol miras jenis bir putih/hitam, dan peminum minuman keras 109 orang.

Bahkan, kata Kabid Humas, jumlah total masyarakat yang telah dibina Polda Maluku beserta polres jajaran sebanyak 11.605 orang. Operasi itu berlangsung sejak 24 Oktober hingga 7 November 2019. (AIJ/Ant)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close