Berita Lokal PekanbaruNews

Telah Meninggal Dunia KPK 2003-2019

Oleh: Rudi Hasan

Metropekanbaru.com, JAKARTA– Salah satu pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Christie Afriani, secara terang-terangan meminta tolong kepada publik untuk menyelamatkan lembaga antirasuah. Kepada siapa pun, di mana pun, dia meminta untuk melindungi KPK dari upaya pelemahan dan bentuk penindasan lainnya.

“Permintaan tolong kepada masyarakat karena hingga hari ini presiden belum bertindak untuk secara tegas menolak capim yang diduga melanggar etik dan menolak revisi UU KPK yang membuat KPK tutup,” ujar Christie kepada Indonesiainside.id, Ahad (8/9).

Bunga dan leaflet permintaan tolong dari KPK dibagikan oleh 500 pegawai komisi antikorupsi itu di sekitar Bundaran HI, Jakarta Pusat, pagi tadi. Christie menyebut, hari ini KPK tutup yang ditandai dengan ditutupnya logo KPK dengan kain hitam di Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan.

Menurut dia, aksi tersebut sebagai bentuk kesadaran dari pegawai KPK bahwa sebentar lagi lembaga mereka tak akan berfungsi. Ibarat masa depan suram, hal ini telah diprediksi para pegawai sejak sekarang.

Harapan Christie dan kawan-kawan pegawai lain, aksi ini akan dilihat oleh Presiden Joko Widodo. Lalu kepala negara melakukan fungsinya dengan mencegah KPK mati. “Dengan tidak meloloskan capim terduga pelanggar etik dan tidak meloloskan Revisi UU KPK,” kata dia.

Hal ini mendesak, mengingat serangan pada KPK secara sistematis telah dilakukan. Menyempurnakan serangan dari dalam dan luar sehingga paripurna membuat KPK mati karena tidak berfungsi.

“Karena soal capim terduga pelanggar etik adalah persoalan yang sama krusialnya dengan revisi UU KPK. Pimpinan adalah pemegang kendali atas KPK,” beber Christie. (AIJ)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close