NasionalNews

Tantangan Ekonomi Makin Berat, Jokowi Diminta Hati-Hati Pilih Menteri

Oleh: Suandri Ansah

Metropekanbaru.com, Jakarta – Ketua Bidang Kebijakan Publik Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Sutrisno Iwantono mengatakan menteri tim ekonomi terpilih pada kabinet mendatang harus bekerja keras. Pasalnya, Indonesia dinilai belum lepas dari jebakan middle income trap dan perlambatan ekonomi global.

Dia menegaskan, menteri terpilih tak bisa leha-leha apalagi ‘bulan madu’ selepas dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, jika pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini makin terpuruk, akan sulit untuk bangkit kembali.

Dia memandang, tantangan ekonomi Indonesia ke depan akan semakin berat. Ditambah dengankondisi ekonomi global yang sedang mengalami perlambatan dan ancaman resesi.

Bank Dunia menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 dari sebelumnya 5,1% menjadi 5%. Belum lagi, pada September kemarin, neraca dagang Indonesia mengalami tekor.

“Langkah-langkah ekonomi satu tahun mendatang akan sangat menentukan ekonomi selanjutnya. Jika pemerintah mampu membuat langkah yang baik maka Indonesia akan terhindar dari krisis,” katanya di Jakarta, Senin (21/10).

Iwantono meminta Presiden tidak memilih menteri-menteri bidang ekonomi yang harus belajar lagi. Namun, bukan berarti harus memilih menteri lama. “Tapi orang-orang yang benar-benar sudah mengerti kondisi perekonomian Indonesia,” kata dia.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah menyarankan agar pembangunan ekonomi ke depan tak bertumpu pada satu sektor. Dia meminta pemerintah menata ulang desain pembangunan infrastruktur.

Meskipun pembangunan infrastruktur dinilai berhasil, Piter menyebut dampaknya belum terlalu signifikan bagi pertumbuhan ekonomi. Kecuali hanya kelancaran keperluan mudik.

“Tidak ada desain komprehensif dari awal dalam memanfaatkan infrastruktur yang dibangun sehingga hasilnya kurang maksimal,” ujar Piter ditemui baru-baru ini di kawasan Jakarta Selatan.

Piter menjelaskan, fokus infrastruktur Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada priode pertama justru mengabaikan sektor lainnya. Padahal, menurutnya, apa yang dianggap baik bagi Jokowi belum tentu baik bagi pertumbuhan ekonomi.

“Salah satu yang disayangkan yang ditinggalkan adalah industri. Sektor industri, zaman Pak Jokowi sudah turun, meski tak bisa disalahkan sepenuhnya karena penurunan terjadi sekitar sepulu tahun yang lalu,” papar Piter. (*/Dry)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close