InternasionalNews

Taliban Membantah Lakukan Pengeboman di Afganistan, Korban Tragedi Shalat Jumat Bertambah 62 Orang

Oleh: Nurcholis

Metropekanbaru.com, Kabul-Setidaknya 62 orang meninggal, sementara lebih dari 100 lainnya terluka dalam ledakan di sebuah masjid di provinsi Nangarhar selama shalat Jumat.

Pihak berwenang di Provinsi Nangarhar, Sohrab Qaderi, mengatakan jumlah korban tewas diyakini telah meningkat oleh para militan.

“Jumlah korban dapat meningkat karena saat ini, tim penyelamat dan masyarakat sedang bekerja untuk mengeluarkan jenazah dari puing-puing,” kata Qaderi dikutip Reuters, Sabtu (19/10).

Sementara itu, seorang warga setempat, Omar Ghorzang, mengatakan insiden itu menyebabkan atap sebuah masjid jatuh, ketika sekitar 350 jamaah berada di dalam gedung.

Salah satu yang terluka, Gulabistan, 45, mengatakan masjid saat itu penuh ketika ledakan terjadi.

“Mullah sudah memulai sholat dan membaca ayat-ayat suci Al-Quran, ketika ledakan besar terjadi, maka di sekitar saya semuanya menjadi gelap, satu-satunya yang saya ingat adalah suara wanita dan kemudian saya menemukan diri saya di rumah sakit,” kata Gulabistan.

Dia mengatakan telah diberitahu bahwa putranya termasuk di antara yang meninggal, sementara saudara lelakinya dan dua keponakannya terluka dan berada di rumah sakit.

Wartawan Reuters melihat 67 kuburan yang baru digali untuk para korban di desa Jawdara.

Duta Besar AS John R Bass, mengatakan dalam sebuah tweet bahwa “membunuh jamaah yang berkumpul bersama dalam damai adalah tidak masuk akal. Semua warga Afghanistan memiliki hak untuk hidup dan beribadah bersama dengan aman. ”

Uni Eropa mengatakan serangan itu bertujuan merusak harapan perdamaian dan rekonsiliasi di Afghanistan.

Serangan masjid adalah tindakan kekerasan terbaru di negara itu. Sebuah laporan AS minggu ini mengatakan 4.313 warga sipil tewas dan terluka dalam perang Afghanistan antara Juli dan September.

Presiden Afghanistan Sediq Sediqqi mengatakan tidak ada kerabat yang datang untuk mengklaim tubuh korban sejauh ini.

“Pemerintah sangat mengutuk serangan mematikan ini.

“Militan terus melakukan kejahatan dengan menargetkan publik selama ibadah mereka,” katanya dalam sebuah pos yang disiapkan di Twitter.

Pada saat yang sama, juru bicara Taliban Suhail Shaheen mengatakan dalam sebuah pernyataan yang membantah aksi peledakan itu.

Insiden peledak itu terjadi sehari setelah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan pernyataan bahwa kekerasan di Afghanistan telah mencapai tingkat yang tidak dapat diterima. (CK)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close