Berita Lokal PekanbaruInternasional

Tahun 2050, Penduduk Dunia Bertambah Dua Miliar Lagi

OlehNurcholis |

 Metropekanbaru.com, JAKARTA-Penduduk dunia hari ini berjumlah 7,7 miliar orang. Menurut PBB, di tahun 2050, populasi penduduk dunia itu diperkirakan akan meningkat sebesar 9,7 miliar orang.

Dalam laporan ‘World Population Prospect’ yang dirilis oleh Divisi Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), jumlah penduduk dunia itu juga akan meningkat menjadi 11 miliar pada tahun 2100.

Laporan itu juga menyebut, bahwa populasi wilayah Afrika sub-Sahara yang akan mengalami peningkatan hingga dua kali lipat.

Studi ini menggambarkan masa depan di mana populasi penduduk di beberapa negara meningkat karena rentang hidup yang lebih lama dari populasi mereka. Meskipun pertumbuhan global yang lambat dan penurunan tingkat kesuburan.

Pada tahun 2050, lebih dari setengah pertumbuhan populasi dunia akan terkonsentrasi di sembilan negara, yaitu India, Nigeria, Pakistan, Republik Demokratik Kongo, Ethiopia, Tanzania, Indonesia, Mesir dan Amerika Serikat.

Populasi Afrika sub-Sahara diproyeksikan meningkat dua kali lipat pada tahun 2050 (peningkatan 99%). Wilayah yang mungkin mengalami tingkat pertumbuhan populasi lebih rendah antara 2019 dan 2050 adalah Oseania tidak termasuk Australia / Selandia Baru (56%), Afrika Utara dan Asia Barat (46%), Australia / Selandia Baru (28%), Asia Tengah dan Selatan (25) %), Amerika Latin dan Karibia (18%), Asia Timur dan Selatan (3%), dan Eropa dan Amerika Utara (2%).

Sementara itu, Cina mengalami penurunan populasi penduduknya sebesar 2,2 persen atau sekitar 31,4 juta orang antara 2019 dan 2050.

Sebanyak 27 negara atau wilayah telah menurun populasi penduduknya setidaknya satu persen sejak 2010 karena tingkat kesuburan yang rendah.

Laporan itu juga menyatakan, bahwa jumlah korban jiwa melebihi jumlah kelahiran baru di beberapa negara seperti Belarus, Jerman, Estonia, Hongaria, Italia, Jepang, Rusia, Serbia dan Ukraina, kutip AFP.

Liu Zhenmin, Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Ekonomi dan Sosial, mengatakan laporan itu menawarkan peta jalan yang menunjukkan ke mana harus menargetkan tindakan dan intervensi.

“Banyak dari populasi dengan pertumbuhan tercepat berada di negara-negara termiskin, di mana pertumbuhan populasi membawa tantangan tambahan dalam upaya untuk memberantas kemiskinan, mencapai kesetaraan yang lebih besar, memerangi kelaparan dan kekurangan gizi dan memperkuat cakupan dan kualitas sistem kesehatan dan pendidikan untuk memastikan bahwa tidak ada seorang pun tertinggal,”  kutip laman resmi PBB, un.org. (cak)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close