Khazanah

Syahadat Penuntun ke Surga

Oleh: Herry M Joesoef

Metropekanbaru.com, Jakarta – Syahadat adalah hal utama seseorang dalam ber-Islam. Keislaman seseorang baru mendapat legitimasi dari Allah dan umat manusia jika ia telah mengucapkan dua kalimah syahadat: “ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLAH, WAASYHADUANNA MUHAMMADAR RASUULULLAH” (Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah)

Imam ath-Tirmidi dan Imam Ahmad mengeluarkan hadits yang dinarasikan oleh Ibnu Abbas Radhiyallahu anhuma, bahwa suatu ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengutus sahabat Mu’adz ke Yaman seraya berpesan, “Serulah mereka kepada syahadat bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah  melainkan Allah dan aku (Muhammad) adalah utusan-Nya. Jika mereka taat maka beritahulah mereka bahwa Allah mewajibkan mereka lima kali shalat sehari semalam, jika mereka telah mentaatimu dalam perkara tersebut, ajarilah mereka bahwa Allah mewajibkan zakat atas mereka, diambil dari orang-orang kaya di antara mereka kemudian dikembalikan kepada orang-orang miskin di antara mereka. Jika mereka mentaatimu dalam perkara ini, maka hati-hatilah kamu dari harta-harta milik mereka, dan takutlah dari doa-doa orang yang didzalimi, karena sesungguhnya tidak ada hijab/penghalang antara mereka dengan Allah.”

Betapa agungnya nilai syahadat, karena itu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam selalu mengucapkannya di waktu Subuh dan Maghrib, sebagaimana hadits yang dinarasikan oleh Abu Dzar, “Tiada tuhan (yang berhak disembah) kecuali Allah yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, Bagi-Nya kerajaan, bagi-Nya pujian. Dialah yang menghidupkan dan mematikan. Dan, Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu,” sepuluh kali, maka ditulis untuknya sepuluh kebaikan, dihapus darinya sepuluh keburukan, diangkat untuknya sepuluh derajat, pada harinya itu dia berada dalam lindungan dari setiap yang tidak diinginkan, ia dijaga dari setan, dan baginya tidak layak mendapatkan dosa baginya pada hari itu, kecuali dosa syirik kepada Allah.” Hanya dosa syirik kepada Allah yang tidak bisa dihapus darinya. Dosa-dosa lainnya, insyaa Allah akan dihapus pada hari itu.

Di dalam riwayat yang lain, Ibnu Hiban menukil dari Abu Ayyub, bahwa Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang mengucapkannya ketika selepas shalat Maghrib maka ia akan mendapatkannya seperti itu juga hingga masuk di waktu pagi.”

Artinya, ketika kita mengucapkan syahadat seusai shalat Subuh dan Maghrib, maka direntang waktu tersebut, kecuali dosa syirik, diri ini ibarat bayi, bersih dari dosa, dan ketika kita meninggal di antara waktu itu, insyaa Allah jaminannya adalah surga. (HMJ)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close