Berita Lokal PekanbaruNews

Sumber Air Zamzam, Lebih dari 5 Ribu Tahun Tak Pernah Kering

Oleh: Nurcholis

Metropekanbaru.com, MAKKAH–Terletak sekitar 20 meter dari Ka’bah, sumur zamzam masih mengalir dan tidak pernah kering selama lebih dari 5.000 tahun, meskipun penelitian sebelumnya mengklaim air hanya bertahan selama 70 tahun.

Arab News melaporkan bahwa ‘sumur ajaib’ ini memompa maksimum 18,5 liter per detik dan minimum 11 liter per detik.

Sumur dengan kedalaman hingga 30 meter ini sangat membantu para jamaah haji dan umrah memuaskan dahaga mereka sampai hari ini sejak Nabiullah Ibrahim Alaihissalam mengundang kaum Muslim untuk melakukan ibadah haji.

Kisah sumur dimulai ketika Allah memerintahkan Nabi Ibrahim AS untuk meninggalkan istrinya Siti Hajar dan putranya Ismail di ‘lembah yang tidak bertuan’.

Nabi Ibrahim mati-matian mencari air untuk istri dan putranya yang masih bayi, tetapi dia tidak dapat menemukannya, karena Makkah kala itu, berupa gurun sahara yang luas, berpasir, dan dikelilingi gunung-gunung dan bukit-bukit tandus.terletak di lembah kering yang panas dengan sedikit sumber air.

Ketika langkah kaki Sang Nabi semakin jauh dan tak terlihat oleh istri dan anaknya, Nabi Ibrahim memalingkan wajah ke Baitullah seraya mengangkat tangan dan berdoa; “Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.” (QS: Ibrahim : 37).

Istri Nabi Ibrahim, Siti Hajar berlari tujuh kali bolak-balik dalam keadaan panas terik di antara dua bukit (Safa dan Marwah), mencari air. Karena haus,  bayi Ismail menendang tanah dengan kakinya, di mana tiba-tiba air keluar. Menurut versi lain kala itu Allah mengirim malaikatnya, Jibril  untuk menghentakkan kakinya di bumi, dan terpancarlah air tersebut.

Hari ini, sumur Zamzam sudah menggunakan teknologi modern. Sebua pompa listrik digunakan untuk menarik air dari sumur, menggantikan tali dan ember di masa lalu. Tidak ada satupun pengunjung diizinkan memasuki sumur Zamzam dan sekitarnya.

Dengan teknologi modern, pompa air menyedot air Zamzam dan menyalurkan melalui pipa ke Masjidil Haram untuk keperluan minum para jamaah. Saat ini, air Zamzam bisa disediakan dalam bentuk dingin dan panas.

Sekarang, jamaah umrah dan haji bisa menikmati air Zamzam dingin atau panas di dua masjid suci

Air Zamzam juga disuplai setiap hari melalui mobil-mobil tanki menuju Masjid Nabawi di Madinah Al-Munawarrahsebanyak 3000 ton perhari.

Sebelum adanya proyek pengadaan air melalui penyulingan air laut, Zamzam  hanya dipakai untuk keperluan rumah tangga, yakni memasak makanan dan minum. Selain keperluan air dipasok dari saluran air ‘Zubaedah’, saluran air yang dibangun istri Khalifah Harun al-Rasyid.

Baca Juga  120 Satgas Penanggulangan Karhutla dari Kodim 0302 Inhu Diturunkan

Pada tahun 1971, seorang dokter Mesir menulis di media Eropa,  mengatakan bahwa air Zamzam tidak cocok untuk keperluan minum. Ia mengatakan, Zamzam kurang sehat dikonsumsi karena Kota Makkah berada di bawah garis laut. Menurut dokter tersebut air Zamzam berasal dari limbah masyarakat Makkah yang meresap dan mengendap ke dalam tanah dan terbawa oleh air hujan dan keluarlah ke sumur Zamzam. Berita ini sampai ke telinga Raja Faisal dan membuat marah orang nomor satu di Saudi kala itu.

Raja Faisal memutuskan membantah pernyataan provokatif dokter Mesir  dengan memerintahkan Kementerian Pertanian dan Sumber Daya Air menyelidiki dan mengirim sampel air Zamzam ke laboratorium Eropa untuk menguji portabilitas air.

Kala itu, dua ahli hidrologi asal Pakistan Dr Tariq Hussain dan Dr Moin Uddin Ahmed terpilih meneliti sumur Zamzam. Rupanya Tariq sangat terkejut, bagaimana mungkin ukuram sumurnya hanya ukuran 4×5 meter bisa menghasilkan sumber air yang begitu banyak dan tidak pernah kering. Padahal selama musim haji jutaan liter air diambil bahkan dibawa pulang para jamaah ke negara mereka. Dan hal itu sudah terjadi selama ribuan tahun silam sejak zaman Nabi Ibrahim AS. Hasil penelitian menunjukkan, setiap menit sumur ini dapat menghasilkan 660 liter air, sebuah fakta sangat mencengangkan.

Temuan penting, air (Zamzam) mengandung fluorida yang memiliki anti kuman yang efektif. Selain itu, pernyataan laboratorium Eropa menunjukkan bahwa air itu layak untuk minum, kata Tariq. Sekaligus membantah pernyaan dokter asal Mesir.

Dua peneliti ini juga menemukan, sumur Zamzam yang ditemukan terhubung secara internal ke Laut Merah ini memiliki perbedaan dengan air biasa lainnya. Dimana ada perbedaan dalam jumlah kandungan garam kalsium dan magnesium. “Kandungan ini sedikit lebih tinggi pada air Zamzam. Ini mungkin mengapa air ini menyegarkan jamaah haji yang lelah, tetapi lebih penting lagi, air tersebut mengandung fluorida yang memiliki aksi kuman yang efektif,” ujar dua peneliti ini.

“Bahkan, semakin Anda menjelajah, semakin banyak keajaiban muncul dan Anda mendapati diri Anda secara implisit meyakini mukjizat-mukjizat air (Zamzam) yang diberikan Allah sebagai hadiah pada umat beriman yang datang dari jauh dan luas di tanah gurun untuk berziarah,” tambah Dr Tariq Hussain dan Dr Moin Uddin Ahmed.

Keajaiban

Sumur Zamzam direnovasi beberapa kali. Di era Khalifah Utsmaniyah (Ottoman), Masjid Haram sangat mendapat perhatian besar dan beberapa perbaikan dilakukan untuk membangun sumur Zamzam terutama pada masa pemerintahan Sultan Salim II, 973-981 H (1566-1574 M).

Baca Juga  Kapolri Imbau, Baliklah Tanggal 7 Juni ke Jakarta

Kubah Zamzam juga perbaiki di era Sultan Ahmad IV, 1083 H (1600 M). Kemudian, bangunan Zamzam diperbaiki lagi pada era Sultan `Abd Al-Hamid I, 1187 H dan sekali lagi pada 1203 H (1773 -1877 M).

Lalu, selama era Sultan `Abd Al-Hamid Kedua 1300 H (1882 M). Perbaokan dibuat oleh insinyur As-Said Muhammad Sadiq.

Sebaliknya, selama era modern, bangunan Zamzam dibangun kembali tetapi jauh dari lokasi semula karena bangunan tua yang terletak di dekat Ka’bah digunakan untuk menghalangi Tawaf, karena jumlah peziarah semakin meningkat.

Secara fisik, sumur Zamzam tidak beda dengan sumur biasa. Namun yang menjadi istimewa, sumur ini banyak diistimewakan Rasulullah Muhammad ﷺ dalam banyak riwayatnya. Nabi mengatakan, Zamzam adalah air yang paling baik di permukaan bumi.

Sumur yang sempat menghilang dan diketemukan kembali oleh Abdul Muthalib (kakeknya Nabi Muhammad ﷺ) setelah hilang terkubur 4000 tahun  ini juga sering disebut sebagai air Surga (maa’ul-Jannah). Air istimewa inilah yang dijadikan malaikat Jibril membedah dada dan mencuci kalbu Nabiullah Muhammad ﷺ pertama kalinya.

Zamzam dikenal dengan banyak nama berbeda, beberapa menunjukkan karakteristiknya, yang lain lokasi atau sejarahnya. Ini adalah daftar nama yang lengkap tetapi tidak lengkap. Di antara namanya:

Air Zamzam memiliki banyak nama. Diantara nama lain Zamzam adalah; zamamu, Zumzmu, zumazmu. Juga Maktumah (dirahasiakan), MadhnunahShaba’h (sumber rasa kenyang), Suqya, Al-Rawaa (pemberi air), Shifa Saqam (penyembuh penyakit), Twa’amu Tu’m (Makanan), Birra (kebaikan), Sharab al-abrar(minuman orang taat), Ta’am al-Abrar (makanan orang taat), Tayba (Baik / lezat) dan masih banyak lagi.

Rasulullah dalam banyak riwayat menyebutkan keajaiban Zamzam. “Kami menyebut air Zamzam dan syuba’ah (yang mengenyangkan). Dan kami juga mendapatkan, air Zamzam adalah sebaik-baikpertolongan (kebutuhan atas kemiskinan). (HR. At Thabrani)

Dalam hadits lain disebutkan, dari Ibnu Abbas, Rasulullah ﷺ bersabda, “Sebaik-baik air yang terdapat di muka bumi adalah zamzam. Di dalamnya terdapat makanan yang mengenyangkan dan penawar penyakit.”

Dari Ibnu Abbas RA bahwa Rasulullah ﷺ juga bersabda: “Sesungguhnya salah satu tanda yang membedakan antara kita dengan orang-orang munafik adalah mereka tidak mau bertadhollu’ dengan air Zamzam”.

Tadhollu’ artinya meminum airnya dalam jumlah yang banyak hingga merasa kenyang atau puas.  (ck)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close