NasionalNews

SKK Migas Fokus Kerjakan Empat Mega Proyek, Biasakah Atasi Pengangguran?

Metropekanbaru.com, Jakarta – Fatar Yani Abdurrahman, Wakil Kepala Migas dari SKK Migas, mengatakan proyek-proyek baru milik SKK Migas bisa ciptakan lapangan kerja baru. Empat proyek besar milik SKK Migas yang sedang diperhatikan, seperti Tangguh, Masela, Jambaran Tiung Biru (JTB) dan Indonesia Deep Water Development (IDD) juga bakal menyerap tenaga kerja.

“Penciptaan lapangan kerja ini cukup penting. Proyek Masela bisa menyerap tenaga kerja. Dari direct Masela aja bisa serap 30-40 ribu orang tenaga kerja, belum bagian indirect,” ujar Fatar Yani Abdurrahman, di Jakarta, pada Kamis (24/10).

Fatar menjelaskan, tingkat penyerapan tenaga kerja di sektor migas memang tak setinggi industri lain. Menurut dia, itu terjadi karena sektor migas itu lebih padat modal dan SKK Migas sudah melakukan efisiensi sektor dari 2015.

Dari keterangan Fatar, 96,5% tenaga kerja migas saat ini berasal dari Indonesia. Sisanya, 3,5% masih dari asing. Jumlah pengeluaran SKK Migas untuk menggaji tenaga kerja Indonesia sebesar US$ 1,5 juta dan tenaga kerja asing sebesar US$ 1,6 juta. SKK Migas selalu berusaha menyerap tenaga kerja Indonesia juga untuk menghemat pengeluaran mereka untuk menggaji karyawan, supaya efisien.

“Dengan luas area kerja lima kali luas lahan sawit. Kita yakin bisa serap tenaga kerja. Apalagi setiap ada proyek baru bisa serap 10 ribu tenaga kerja, baik teknik maupun non teknik,” ujar Ketua SKK Migas, Dwi Soetjipto.

Masalah penyerapan tenaga kerja merupakan konsentrasi pembangunan Jokowi-Ma’aruf, sesuai pidato kepresidenan kemarin, di DPR. Kita lihat bagaimana periode Jokowi yang kedua ini bisa mengurangi pengangguran.(*/Dry)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close