NasionalNews

Siti Nurbaya Tetap Dipercaya di Saat 857 Ribu Hektare Lahan Terbakar

Oleh: Rudi Hasan

Metropekanbaru.com, Jakarta – Siti Nurbaya Bakar resmi menjabat kembali sebagai menteri lingkungan hidup dan kehutanan di periode kedua Presiden Joko Widodo. Perempuan kelahiran Jakarta, 28 Juli 1956 itu adalah kader Partai Nasdem.

Siti mengawali karier sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung pada 1981. Kariernya nenanjak dengan menjabat kasubdit analisis statistik, kasi penelitian fisik, kasi pengairan, kasi tata ruang, kabid penelitian di instansi yang sama. Puncak kariernya di daerah adalah ketika menjadi wakil ketua Bappeda Lampung.

Selepas dari Bappeda Lampung, Siti dipercaya menjadi kepala Biro Perencanaan di Kementerian Dalam Negeri (ketika itu masih bernama Departemen Dalam Negeri) dan sebagai pelaksana manajemen di Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN). Jabatan Siti selanjutnya adalah sekretaris jenderal Departemen Dalam Negeri.

Dia juga menjadi bagian dari Dewan Komisaris PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, merangkap ketua Komite Investasi dan Manajemen Risiko. Pada 2006, Siti dipercaya mengemban tugas sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Perwakilan Daerah (DPD) hingga 2013.

Pensiun sebagai birokrat, Siti memutuskan terjun ke politik praktis dengan bergabung ke Partai NasDem. Pada 2014, dia ditunjuk Jokowi sebagai menteri lingkungan hidup dan kehutanan (LHK).

Selama lima tahun pertama kepemimpinannya di Kementerian LHK, banyak terjadi tragedi kerusakan lingkungan seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai daerah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sedikitnya 857 hektare terbakar sepanjang tahun ini.

Kendati demikian, Jokowi tetap memercayainya. Kini, perempuan itu diberi kesempatan lagi untuk menduduki jabatan yang sama.

Siti menamatkan pendidikan dasarnya pada 1968 di SD Muhammadiyah III Matraman, Jakarta. Dia lalu menimba ilmu di SMP Negeri 50 Slamet Riyadi, Jakarta, dan lulus pada 1971. Selanjutnya, dia mengenyam pendidikan di SMA Negeri 8 Bukit Duri, Jakarta, dan lulus pada 1974.

Siti meraih gelar sarjana di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 1988. Dia melanjutkan pendidikan tingginya ke Intenational Institute for Aerospace Surbey and Earth Science (ITC), Enschede, Belanda. Sepuluh tahun kemudian, dia menyabet gelar doktor dari IPB dan Universitas Siegen di Jerman. (AIJ)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close