KhazanahNews

Shalawat Nabi Menuju Surga

Oleh: Herry M Joesoef

Metropekanbaru.com, Jakarta – Di hari kalahiran Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, hal yang utama dilakukan oleh komunitas Islam di seluruh dunia adalah membaca shalawat Nabi. Adapun shalawat Nabi yang jamak dilantunkan adalah shalawat Ibrahimiyah, sebagai berikut:

“Allaahumma shalli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa shallaita ‘alaa ibraahiim wa ‘alaa aali ibraahiim innaka hamiidum majiid, Allaahumma baarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa baarokta ‘alaa ibraahiim wa ‘alaa aali ibraahiim innaka hamiidum majiid”.

(Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia. Ya Allah, Berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim, Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia.” (HR. Imam Bukhari, Muslim, Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa-I, Ibnu Majah, Ahmad, Ibnu Hibban, dan al-Baihaqi)

Shalawat Ibrahimiyah adalah shalawat yang paling sempurna shighatnya dibanding shalawat-shalawat yang lain. Oleh sebab itu, para ulama sepakat bahwa shalawat Ibrahimiyah dibaca ketika seorang muslim melaksanakan shalat, di samping karena adanya kesepakatan tentang kesahihan haditsnya.

Adapun membaca Shalawat itu adalah amalan yang  dahsyat pahalanya, karena:

Pertama, Satu kali shalawat, maka Allah akan membaca hal serupa sebanyak 10 kali, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam,  “Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali saja, maka Allah akan membacakan shalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Imam Muslim)

Kelipatan sepuluh kali. Jika kita membacanya 100 kali, maka Allah pun akan membacanya 1.000 kali. Begitu seterusnya. Makin banyak kita baca, makin banyak pula Allah Ta’ala membacanya, dan itu semua pahalanya ditujukan kepada yang membacanya. Maka karena itu, jangan pelit membaca shalawat, karena Allah akan melipatkagandakan kebaikan kita.

Kedua, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam akan membaca shalawat untuk mereka yang membacanya. “Barangsiapa membaca shalawat untukku, maka shalawatnya akan sampai kepadaku, dan aku akan membaca shalawat untuk dirinya. Juga akan dituliskan sepuluh kebaikan untuk dirinya.” (HR. Imam Thabrani).

Ketiga, Para malaikat akan membaca shalawat untuk pembacanya, sebagaimana tersurat dalam sabda Nabi, “Barangsiapa membaca shalawat untukku, maka para malaikat akan senantiasa membaca shalawat untuknya selama orang tersebut membaca shalawat untukku.” (HR. Imam Ahmad, Ibnu Abi Syaibah dan Ibnu Majah).

Keempat,  bagaikan memerdekakan sepuluh hamba sahaya yang dimerdekakannya karena Allah Ta’ala. Hal sebagaimana hadits, “Barangsiapa membaca shalawat satu kali untukku, maka Allah akan menuliskan sepuluh kebaikan untuknya, menghapuskan sepuluh keburukan darinya, mengangkat sepuluh derajat baginya, dan ia bagaikan (memerdekakan ) sepuluh hamba sahaya.” (HR Imam Ibnu Abi Ashim).

Kelima, menjadi orang yang paling utama dalam pandangan Rasulullah, sebagaimana sabdanya, “Orang yang paling utama bagiku pada hari kiamat nanti adalah mereka yang paling banyak membaca shalawat untukku.” (HR. Imam Tirmidzi).

Keenam, syafaat untuk mereka yang membacanya. ” ……. Dan barangsiapa membaca sgalawat untukku, maka aku akan memberikan syafaat kepadanya pada hari Kiamat.” (HR Imam Abu Daud)

Jika Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah memberikan syafaat bagi umatnya, maka itu artinya, segala dosanya akan diampuni dan ia akan dimasukkan ke dalam surga. (HMJ)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close