Berita Lokal PekanbaruEkonomi

Rakyat Miskin Riau Naik, Masih Ada 494.260 Jiwa

Oleh : Djoko Su’ud Sukahar

Perekonomian Provinsi Riau mengalami penurunan. Akibat itu terjadi kenaikan penduduk miskin. Masih ada 494.260 jiwa rakyat Riau yang hidupnya berada di bawah garis kemiskinan.

Metropekanbaru.com, PEKANBARU-Gubernur Riau, Syamsuar, menuturkan, kenaikan itu terjadi karena pergeseran strukturr perekonomian di Riau. Tahun 2012 sampai tahun 2018 lebih digerakkan pertambangan dan penggalian ke sektor industri pengolahan.

Menurut Syamsuar, merosotnya harga migas memberi dampak yang sangat signifikan bagi pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau. “Penurunan harga migas menyebabkan investasi di sektor ini mengalami penurunan,” katanya.

Itu diungkapkan Syamsuar dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Riau tahun 2020 di Hotel Premiere, Pekanbaru, Kamis, (28/3/2019.

Dari 494.260 penduduk Riau yang miskin itu, menurut Syamsuar, tertinggi ada di sektor perkebunan. Sektor ini menyebar di lima kabupaten/kota, yaitu Kepulauan Meranti 27,79 persen, Rokan Hulu 10,95 persen, dan Kuantan Singingi 9,92 persen, Pelalawan 9,73 persen, dan Kampat 8,18 persen. “Tingkat kemiskinan mereka berada di atas Provinsi Riau (7,21 persen),” tambahnya.

Naiknya tingkat kemiskinan ini, kata Syamsuar, karena rendahnya pertumbuhan ekonomi di lima daerah itu. Pertumbuhan ekonomi Riau periode 2011-2018 mengalami penurunan.

“Tahun 2011 tumbuh sebesar 5,57 persen, kemudian turun menjadi 2,34 persen pada tahun 2018. Untuk itu perlu perhatian semua pihak dalam peningkatan ekonomi Riau,” ungkapnya. ri/ca/jss

 

 

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close