Berita Lokal PekanbaruKhazanah

Pulung Kematian di Gunungkidul (4) : Sinar Merah Tanda Bencana

Oleh : Ore Kantari

Mitos pulung gantung di Gunung Kidul sampai sekarang tetap melegenda. Cahaya menakutkan itu selalu memakan korban manusia dan hewan piaraan warga di sekitar kaki Gunung Kidul. Setiap orang yang ditemui cahaya itu dipastikan paginya tewas gantung diri dengan kondisi mengerikan.

Metropekanbaru.com, JOGYAKARTA-Versi lain menyebutkan, bahwa cahaya pencabut nyawa itu selalu muncul pada malam hari. Tempat dimana cahaya itu muncul dan menghilang, maka disanalah akan terjadi malapetaka kematian atau tragedi lainnya.

Pulung gantung merupakan mitos yang disakralkan di Gunung Kidul. Tragedi kematian dengan cara gantung diri ini banyak dihubungkan dengan pulung  maut itu.

Pro dan kontra pun terjadi tentang keberadaan  pulung kematian ini. Sebagian kaum muda dan modernis menolaknya. Selebihnya, terutama golongan sepuh dan spiritualis mempercayai sebagai tengara buruk itu.

Dipercaya, bahwa gebyar cahaya pulung yang muncul akan diikuti dengan peristiwa yang menyedihkan. Lalu sebenarnya seperti apa wujut pulung maut ini?

Abstrak! Tak banyak tokoh spiritual, budaya, apalagi masyarakat awam yang bisa menggambarkan dengan jelas bleger (wujud) pulung pencabut nyawa itu.

Baca Juga  Kendati Diwarnai Aksi Demo, Sidang Perdana di MK Berlangsung Kondusif

Hanya tradisi lisan yang turun-temurun menyebut, dia berupa cahaya. Seperti meteor yang jatuh ke bumi, berwarna merah menyala, terang menyilaukan.

Saat cahaya itu muncul dan jatuh di sebuah tempat (desa), maka cahaya itu makin membesar dan kemudian menghilang. Cahaya pulung ini bisa dilihat dengan mata telanjang dari kejauhan.

Karena gampang dilihat, maka masyarakat sudah bisa menebak, dimana cahaya maut itu menghilang. Dan esok hari akan merebak kabar kematian dengan jalan menggantung diri. (bersambung/jss)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close