Berita Lokal PekanbaruKhazanah

Pulung Kematian di Gunungkidul (3) : Raja Jogya Harus Contoh Sultan Agung

Oleh : Ore Kantari

Ruwatan adalah sarana mistis yang ampuh untuk tolak-bala. Namun pelajaran dari tragedi pulung gantung, rasanya tragedi itu tak akan berhenti dengan hanya kekuatan murwakala.

Metropekanbaru.com, JOGYAKARTA-Menurut KH. Muh. Basis Wali Ad Din, MBA (Gus Muh),  persoalan pulung gantung dan isu anjing siluman atau banaspati adalah tanggung jawab Sultan ke-IX (laporan ini dibuat saat Hamengkubuwono IX masih memerintah, sekarang telah digantikan Hamengkubuwono X, red). Sebagai trah Mataram, selayaknya raja segera turun tangan.

“Ia harus mencontoh Sultan Agung yang dalam legenda kesejarahannya turun tangan untuk membasmi kraman atau golongan hitam yang merongrong wewengkonnya. Mengapa itu tak bisa ditiru. Niatan yang baik tentu akan didukung oleh rakyat. Sebagai orang sakti, raja harus segera turun tangan,” tuturnya.

Guru Besar Pedepokan Bhakti Nusantara, Yogyakarta ini menilai bahwa tragedi itu telah merusak kewibawaan trah Mataram yang juga dijangkungi kekuasaan Ratu Kidul.

Maka harapan satu-satunya kini ada di pundak para petinggi kraton ini. Kalaupun Sultan tak turun tangan langsung, ia bisa mengutus spiritualisnya, dan bekerja sama dengan  tokoh-tokoh berpengaruh untuk memungkasi  petaka di wilayah keramat itu.  (bersambung/jss)

Baca Juga  Antisipasi 'Penumpang Gelap', Pelantikan Bupati Mimika Dijaga 850 Personel

 

 

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close