Berita Lokal PekanbaruNasionalNews

Polisi yang Aniaya Mahasiswa di Medan Hanya Dijatuhi Sanksi Disiplin

Oleh: Daniel P

Metropekanbaru.com, Medan – Polda Sumatera Utara telah memproses anggota polisi yang terekam melakukan penganiayaan terhadap mahasiswa saat aksi unjuk rasa, Selasa (24/9) pekan lalu.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto mengungkapkan, para anggota polisi yang menganiaya mahasiswa itu hanya dihukum disiplin. Sebab, anggota polisi itu tidak patuh terhadap perintah pimpinan.

“Ya, dihukum disiplin. Kalau semua mau dihukum penjara nanti nggak ada lagi yang mau jaga. Siapa yang mau jaga? Kasihan,” kata Agus, Rabu (2/10).

Menurutnya, personel yang bersalah akan dihukum komandannya, karena mereka tidak mematuhi perintah. “Masalah mau saya gampari, mau saya jungkir-jungkir, itu saya dengan mereka,” sambung Agus.

Dia memastikan pimpinan kepolisian tidak ada memerintahkan penganiayaan terhadap pengunjuk rasa. Senjata pun tidak boleh dibawa.

Agus juga menilai para personel kepolisian yang melakukan pengamanan saat demo sudah mengorbankan waktu dan tenaga saat bertugas. Mereka menghadapi banyak risiko. Tindakan para anggota polisi itu karena mereka lelah atau alasan lainnya. “Tapi secara internal kita beri tindakan agar mereka tidak mengulang lagi. Sekarang kan sudah jauh berubah,” tegas Agus.

Bidang Propam Polda Sumut memproses sejumlah petugas kepolisian yang diduga memukuli mahasiswa pengunjuk rasa. Mereka diperiksa menyusul beredarnya dua video tindak penganiayaan itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan mahasiswa diamankan polisi saat aksi unjuk rasa di depan DPRD Sumut, Selasa (24/9) lalu berujung bentrok. Beberapa mahasiswa dikabarkan terluka karena dianiaya oleh polisi saat melakukan pengamanan.

Bahkan, dua video beredar dan viral di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat salah satu mahasiswa dianiaya petugas polisi dengan cara dipukul, ditendang dan dihantam menggunakan rotan.

Aksi penganiayaan petugas terhadap mahasiswa ini mendapat kecaman dari masyarakat. Di media sosial, banyak yang mengecam aksi penganiayaan itu, ada juga yang mendukung tindakan represif aparat.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja saat dikonfirmasi tersebut, mengakui bahwa ada kesalahan prosedur yang dilakukan petugas saat melakukan pengamanan aksi unjuk rasa.

“Itu tidak sesuai SOP. Jadi setiap kita melakukan pengamanan itu, tentunya ada APP, di situ ada arahan untuk tidak membawa senjata api atau senjata tajam, kemudian tidak melakukan pemukulan yang di luar ketentuan perundang-undangan,” katanya, Rabu (25/9) pekan lalu. (Far)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close