Berita Lokal PekanbaruNasionalNews

Polisi Masih Buru Pemburu Burung Rangkong di Kuansing

PEKANBARU – Soal kasus tindak pidana membunuh satwa dilindungi yang ditangani Polres Kuantan Singingi masih berlanjut. Setelah menangkap satu orang yang ikut memakan, polisi masih memburu orang yang memburu dan menangkap satwa Burung Rangkong tersebut.

Pada Jumat tanggal 11 Januari 2019 satu orang AR diamankan di Desa Sibarobah Kecamatan Gunung Toar.
Berdasarkan keterangannya, burung Enggang/Rangkong tersebut ditangkap oleh OY dengan menggunakan ketapel pada Selasa tanggal 8 Januari 2019.

“Pelaku OY itu sudah melarikan diri pada Rabu 09 Januari 2019 dengan memberitahu terlebih dahulu kepada AR dikarenakan sudah mengetahui foto-foto Burung Rangkong tersebut beredar di media sosial. Dan banyak masyarakat yang memberikan komentar di media sosial milik pelaku OY,” kata Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto.

Diketahui AR bersama OY membunuh satwa yang dilindungi itu untuk dikomsumsi bersama di pondok tempat mereka tinggal. Hal itu dilakukan dengan cara menyembelih burung dengan menggunakan parang.

Peranan AR sendiri adalah memegang burung saat disembelih, menyiapkan air untuk memasak, dan ikut mengkomsumsi daging yang telah dimasak. Hubungan antara pelaku OY dan AR adalah sebagai teman bekerja di kebun karet untuk menderes.

Darinya diamankan barang bukti paruh burung, parang, dan beberapa helai bulu dari ekor dan sayap burung Enggang/Rangkong tersebut. Keduanya dipersangkaan Pasal 40 ayat (2) Yo Pasal 21 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.

“Rencana tindak lanjut kita koordinasi dengan BKSDA Provinsi Riau dan Subdit IV Tipidter Polda Riau. Kita juga selidiki keberadaan pelaku lainnya,” ujar Sunarto.bayu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close