Berita Lokal PekanbaruEkonomi

Picu Inflasi, ASITA: Tiket Pesawat Pekanbaru Memang Mahal

PEKANBARU – Pada bulan November 2018, Provinsi Riau mengalami inflasi sebesar 0,49 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 136,38. Barang-barang yang menjadi penyebab terjadinya inflasi di Riau itu seperti bahan makanan, kesehatan, transpor, komunikasi sampai jasa komunikasi.

Dari angka tersebut, Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Riau, Aden Gultom mengatakan bahwa angkutan udara yang memiliki andil terbesar terhadap inflasi tersebut.

“Angkutan udara berada di komoditas peringkat pertama yang memberikan andil besar terjadinya inflasi di Riau. Disusul bawang merah, beras, tarif pulsa ponsel dan daging ayam ras,” katanya.

Menanggapi hal ini, Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies ( ASITA) Provinsi Riau, Dede Firmansyah mengatakan memang harga tiket dari atau ke Pekanbaru terbilang cukup mahal. Bahkan pasca terjatuhnya salah satu pesawat beberapa waktu lalu harga hanya sebentar murahnya.

“Memang pasca jatuh itu naik, tapi beberapa hari saja, habis itu naik lagi. Agak aneh Pekanbaru ini, libur sedikit agak mahal,” ujarnya, Kamis, 6 Desember.

Menurutnya memang harga yang bersaing itu jarang ditemukan dan yang banyak terlihat adalah harga menengah ke atas. Paling, kata dia, hanya satu dua saja yang murah.

“Pas liburan kalau promo itu rebutan paling cuma beberapa orang saja yang dapat,” ungkapnya.

Dikatakannya memang dalam sehari itu di Pekanbaru ada 7-10 ribu yang naik pesawat berangkat maupun datang. Volume nya juga cenderung meningkat karena orang Pekanbaru ini libur sedikit saja pergi liburan. Seperti untuk ke Singapura sudah ada tiga maskapai dari Pekanbaru. bayu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close