Berita Lokal PekanbaruFeatureNews

Perjuangan Junaidi Selamatkan Kampung, hingga Jaga Ekowisata Mangrove Sungai Rawa

Oleh: Bayu Derriansyah

Metropekanbaru.com, PEKANBARU – Berawal dari keprihatinan Junaidi (49), melihat kampung halamannya yang semakin terkikis terjangan ombak. Membuatnya menjadi seorang inisiator untuk mendirikan sebuah tempat yang indah, yang saat ini diberi nama Ekowisata Mangrove Kampung Sungai Rawa.

Pada tahun 2002, Junaidi yang baru saja kembali ke kampung halaman, setelah merantau ke Malaysia, Kepulauan Riau dan Jakarta, terkejut melihat keadaan pantai di pesisir kampung halamannya, Kampung Sungai Rawa, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, yang semakin habis terkikis terjangan ombak.

Pantai yang dahulu menjadi tempat bermain Junaidi bersama teman-temannya semasa kecil, telah hilang tenggelam. “Saya terkejut waktu pulang ke sini, pesisir di sini sudah hilang terkikis, sekitar 100 meter yang tenggelam. Ini dulu tempat bermain saya. Dulu banyak pohon kelapa di sini, tetapi sudah tenggelam semua,”  ujar Junaidi ketika dikunjungi media dalam acara ‘Media Trip’ program tata kelola hutan dan lahan untuk mengurangi emisi di Indonesia, yang ditaja oleh Yayasan Mitra Insani (YMI), Rabu lalu.

Sejak saat itu, berkat Ilmu berkebun dan mengelola taman di perantauan, membuatnya berinisiatif untuk menyelamatkan kampungnya. Dia mulai menanam pohon-pohon bakau yang tumbuh liar ke tepian pantai.

“ya sambil pergi mancing, kalau lihat ada bibit-bibit bakau, sambil saya tanam juga di pinggiran pantai ini. Karena kalau saya perhatikan, yang ada pohonnya itu tidak terkikis, jadi saya inisiatif tanam di pinggir pantai, biar tidak tambah terkikis,”  katanya.

Baca Juga  Wowww, Nussa dan Rara akan Tayang di Televisi Malaysia
Ekowisata Mangrove Kampung Sungai Rawa dilihat dari atas

Berkat kegigihan dan niat baiknya, Junaidi akhirnya mendapatkan bantuan bibit Mangrove dari sejumlah pihak.

“Mulai benar-benar menanam serius sudah 12 tahun. Setelah beberapa tahun itu, baru 2009 kami mendapatkan bantuan 80 ribu bibit dari luar negeri. Lalu kemudian di tahun 2016 kami mendapatkan bantuan lagi dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui program KBR (Kebun Bibit Rakyat), itu sebanyak 25 Ribu bibit,” ujar pria yang telah memiliki dua orang anak tersebut.

Pria yang hanya tamatan SMP tersebut tak bosan terus mengajak masyarakat untuk menanam Mangrove, di pantai Kampung Sungai Rawa, yang memiliki luas sekitar 5 hektar tersebut.

Kini Ekowisata Mangrove Kampung Sungai Rawa memiliki 36 jenis tanaman hutan, dan di bibir pantai ditanam tiga jenis pohon Mangrove, diantaranya kayu api-api, perpat serta bakau. Ketiga pohon ini dipilih karena sangat cocok jika ditanam di lahan yang terendam air, seperti di bibir pantai.

Pada 2017, Junaidi mendapatkan izin untuk membuat trek atau jalan untuk menyusuri setiap sudut keindahan hutan Mangrove yang dibangunnya bersama dengan warga sekitar. Ini tentu membuatnya menjadi bersemangat untuk terus membangun dan menyelamatkan kampung halamannya tersebut.

Baca Juga  Empat Polisi Terbakar, Kini 31 Mahasiswa Diamankan

Dengan trek sejauh 700 meter yang dibuatnya menggunakan kayu alam tersebut, kini Ekowisata Mangrove Kampung Sungai Rawa menjadi salah satu perhatian wisatawan, baik wisatawan lokal maupun mancanegara. “Pertama buka memang cukup ramai. Namun banyak yang mengeluhkan jalan. Kebanyakan orang lokal Riau. Kalau asing ada dari Korea, Selandia Baru, Norwegia, ada juga Finlandia yang penelitian di sini,”  ujarnya.

Namun, bagi Junaidi, mimpinya itu belum selesai. Masih banyak hal yang ingin ia kembangkan dari Ekowisata Mangrove Kampung Sungai Rawa ini.

“Saya ingin akses jalan ke sini itu segera diperbaiki, karena itu yang menjadi keluhan wisatawan sekarang. Kemudian ini treknya  saya ingin beton, kalau seperti ini, pakai kayu, itu sama saja merusak alam lagi kita. Berapa pohon lagi yang harus di tebang untuk membuat trek sejauh ini. Lagi pula akan lapuk,” ujarnya.

Junaidi yang kini menekuni bidang pertanian dan perkebunan sebagai mata pencarian utamanya, juga memiliki komunitas yang di dalamnya berisi persatuan anak-anak muda yang peduli terhadap lingkungan, dan diberi nama Kelompok Pemerhati Mangrove Kampung Sungai Rawa. Bersama kelompok tersebut, serta sejumlah warga yang peduli Mangrove, Junaidi terus mengembangkan Ekowisata Mangrove Kampung Sungai Rawa. bayu/jss

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close