LifestyleNews

Pentingnya Menggendong Bayi

Oleh: Andi Amriani

Metropekanbaru.com, Makassar–Bayi yang baru lahir hanya membutuhkan Air Susu Ibu (ASI) dan buang air kecil serta tidur. Ketika ada salah satunya tidak terpenuhi, bayi akan menangis.

Untuk selalu bersama bayi, seorang ibu harus menggendongnya. Dengan menggendong, anak akan cepat mendapatkan apa yang dibutuhkan dari ibunya, ketika membutuhkan ASI.

Nah, pada acara seminar yang diadakan oleh Komunitas Menggendong di Kota Makassar, tidak sedikit ibu-ibu yang datang bersama bayinya.

Saat itu, Koordinator Indonesian Babywearers Wilayah Sulawesi ,Yuni Fitriani Natsir mengungkapkan pentingnya menggendong bayi. Bayi yang sering digendong jarang menangis. Menurutnya, ibu dan anak punya bonding, ikatan yang kuat.

“Bayi yang baru lahir itu kebutuhannya hanya pipis dan nenen. Jadi kalau digendong, dapat diketahui kapanpun ia lapar. Sehingga jarang menangis,” ungkapnya.

Dengan menggendong bayi, kedekatan antara ibu dan bayi menjadi kuat. Menggendong dapat menenangkan bayi. Karena saat beraktifitas bersama, bayi ikut merasakan emosi dari ibunya. Dari situ bayi merasa aman dan nyaman.

Perempuan kelahiran Sorowako ini juga mengatakan, menggendong mengajarkan bayi bergembira. Karena saat bayi digendong seorang ibu akan melangkah dengan irama, dan mengajak ngobrol dengan bahagia.

“Keseimbangannya lebih bagus. Ketika ibunya ke kiri, bayi ikut ke arah kiri, begitupun sebaliknya. Lebih terstimulasi dibandingkan jika hanya disimpan di stroler,” ungkapnya di sela-sela pertemuannya sesama ibu-ibu menggendong.

Mempercepat Pertumbuhan Bayi

Setiap bayi akan melewati fase pertumbuhan. Namun ada bayi yang cepat, ada pula yang pertumbuhannya lambat. Salah satu solusinya untuk membuat cepat pertumbuhan bayi adalah dengan menggendong.

Yuni Fitriani mengungkapkan, menggendong bayi juga mengajarkan tentang dunia. Pada saat itu, bayi ikut melihat apa yang ibunya lihat. Karena dalam gendongan ibunya, bayi melihat kejadian yang ada di sekitarnya.

Menggendong juga membantu bayi cepat belajar bicara. Menurut Yuni, saat bayi di gendong, ia akan memiliki keterampilan bicara yang baik. Karena bayi memperhatikan dan menyimak pembicaraan ibunya saat di gendong.

“Ketika menggendong bayi, ada kontak yang dapat menjaga kehangatan antara ibu dan si bayi. Menggendong itu mengakrabkan diri, melalui cara mengenal bau dan suara dari ibunya,” ungkapnya.

Namun Yuni mengimbau ada posisi menggendong yang perlu diperhatikan sang ibu. Karena sendi-sendi bayi juga akan tumbuh. “Terutama bagi bayi yang mengalami kelainan pertumbuhan tulang. Itu harus digendong baik karena kalau tidak akan memperparah,” jelasnya.

Aturan Menggendong Bayi

– Bayi usia lahir sampai 3 bulan. Pada usia ini kondisi bayi masih sangat lemah. Cara menggendong yang baik ialah membaringkan kepala si bayi pada lengan. Biarkan satu lipatan siku menjadi penopang leher bayi, karena leher adalah daerah yang paling lemah.

– Bayi usia 4 bulan. Pada usia ini menggendong bayi masih sama dengan cara yang sebelumnya, karena bayi masih belum terlalu kuat. Namun dapat sesekali didudukkan di pangkuan dan disandarkan kepalanya di dada.

– Bayi usia 5 bulan. Bayi pada usia ini sudah mampu menopang atau mengangkat kepalanya sendiri. Jadi bisa menggendong bayi di pinggang dan biarkan kakinya melingkar di pinggul.

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close