EkonomiNasionalNews

Pembatasan Merek dan Kemasan Polos Dinilai Akan Picu Maraknya Produk Ilegal

Oleh: Suandri Ansah,

Metropekanbaru.com,Jakarta – Asosiasi Pengusaha Indonesia khawatir dengan mulai meluasnya kebijakan pembatasan merek atau brand restriction serta kemasan polos plain packaging di sejumlah negara. Kebijakan tersebut juga mulai diterapkan di Indonesia.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai, pembatasan merek dan kemasan polos membatasi ruang gerak pengusaha. Kebijakan ini juga dinilai membawa dampak buruk, mulai dari pemboncengan reputasi, pemalsuan, dan maraknya produk ilegal.

Rencananya, pembatasan merek kemasan polos di Indonesia dilakukan melalui berbagai cara. Mulai gambar kemasan, distribusi titik penjualan, serta pembatasan promosi dan iklan produk tertentu, seperti rokok dan susu formula.

“Saya harapkan jangan diberlakukan dulu di Indonesia. Saya pikir perlu pertimbangan dan kajian pemberlakuan itu. Andai diberlakukan harus sama luar negri dan dalam negeri,” ujar Sekretaris Umum Apindo, Eddy Hussydi kawasan Jakarta Pusat, Rabu (9/10).

Tak hanya itu, pembatasan merek dan kemasan polos akan mematikan produk dengan ekuitas merek rendah. Mereka tidak bisa bersaing dengan merek yang sudah ada sebelumnya.

Baca Juga  Direktur Pupuk STU: Ingin Sukses, Jadilah Petani Pebisnis

Eddy mempertanyakan ulang kesiapan pemerintah dan pelaku industri dengan kebijakan ini. Dia mencontohkan dampaknya pada industri tembakau yang sudah memiliki tradisi tersendiri ddalam budaya nasional.

“Kita berharap semua yang mau diberlakukan semua dikoordinasikan. Khusus plan packaging ini kita masih butuh waktu,” tegasnya. (*/Dry)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close