Berita Lokal PekanbaruNewsNusantara

Panti Pijat “Plus-Plus” Menjamur di Bambu Kuning Pekanbaru

PEKANBARU – Menjamurnya panti pijat plus-plus di dua RT Kelurahan Bambu Kuning, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru meresahkan masyarakat. Merespon hal itu, Camat Tenayan Raya, Abdimas Syapitra mengelar rapat terbatas (Ratas) dengan sejumlah pihak.

Diantaranya dengan Bhabinkamtibmas, Kapolsek Tenayan Raya, perangkat RT 01 dan RT 02, RW 10 Kelurahan Bambu Kuning serta sejumlah dosen dan mahasiswa. Dari informasi dan penyelidikan tim dari Kecamatan, jajaran RT dan RW setempat membenarkan adanya Panti Pijat plus-plus di daerahnya.

Dijelaskan Abdimas Syapitra, camat sebelumnya sudah pernah menyegel atau penutupan panti pijat ‘plus-plus’ yang berada di daerah Kelurahan Bambu Kuning. Namun, usaha dugaan prostitusi terselubung itu kembali muncul.

“Dengan rapat yang kita lakukan saat ini,kita berharap lokasi ini dapat kita bersihkan dan tidak ada lagi panti pijat di Kecamatan Tenayan Raya,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu ada sebelas calon Sarjana Kepolisian yang akan melakukan pengabdian di Kota Pekanbaru. Itu dengan melakukan penelitian terkait bagaimana penanggulangan penyakit masyarakat (Pekat) seperti prostitusi, Miras dan penyalagunaan Narkoba oleh Pemko Pekanbaru.

Mereka akan meneliti dan membahas studi kasus selama enam hari terhitung dari tanggal 16 hingga 21 Desember 2018 terhadap sistem Pemerintah Kota Pekanbaru memberantas permasalahan Pekat yang terus bertambah.

Sebelumnya, Walikota Pekanbaru yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Kota Pekanbaru, H. Azwan sudah menyambut kedatangan 11 mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian – Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK-PTIK), di Ruang Rapat Walikota Pekanbaru, Senin, 17 Desember 2018, sekira pukul 09.00 WIB.bayu

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close