Berita Lokal PekanbaruInternasionalNews

Panas Ekstrem Landa India, Suhu Mencapai 50 Derajat Celcius

Oleh: Nurcholis |

Metropekanbaru.com, INDIA-India dilanda panas terik. Suhu mencapai 50 derajat Celcius. Akibat cuaca ini, selain negara-negara bagian dilanda kekeringan, juga banyak pekerja yang meninggal karena dehidrasi.

Departemen Meteorologi India mengatakan, bahwa Kota Gurun Churu di Rajasthan mencatat suhu mencapai 50,6 derajat Celcius. Semua daerah di wilayah ini dilanda gelombang panas. Dan temperatur minimal 47 derajat Celcius untuk beberapa kota.

Cuaca ekstrem memang menjadi bagian dari India. itu terjadi saban tahun. Malah pada Mei 2016, Phalodi di Rajasthan mencatat suhu tertinggi, mencapai 51 derajat Celcius.

Cuaca panas itu mengakibatkan banyak jatuh korban jiwa. Itu dialami para pekerja di luar ruangan, dan kaum papa. Mereka kesulitan air yang menyebabkan kematian akibat dehidrasi. Namun panas ekstrem kali ini belum dikabarkan adanya jatuh korban jiwa.

Menurut laporan AFP, Departemen Meteorologi India menyebut, bahwa panas ekstrem ini bisa bertahan hingga seminggu. Dan itu terjadi hampir di semua negara bagian, dari Rajasthan, Maharashtra, Madhya Pradesh, Punjab, Haryana, dan Uttar Pradesh.

Dan, kata AFP, cuaca panas ini yang menyebabkan banyaknya kematian. Biasanya itu melanda pekerja di luar ruangan, dan kaum miskin yang hidup tidak layak..

Peringatan panas ekstrem ini dikeluarkan di New Delhi, Ibukota India, ketika suhu di atas 46 derajat Celcius. Imbauan pemerintah agar penduduk tidak meninggalkan rumah, dan mengkonsumsi banyak air.

Cuaca panas kali ini memang agak berbeda. Biasanya cuaca ekstrem itu terjadi di India Timur dan Selatan, namun kini merata. Bahkan perbukitan di Negara Bagian Himachal Pradesh, tempat orang India kaya pergi berlibur untuk menghindari panasnya musim panas, suhunya juga mencapai 44,9 derajat Celsius.

Sedang di Kota Chennai (dulu Madras), pasokan air terputus. Itu karena danau dan sungai di daerah ini mulai mengering. Sedang di Negara Bagian Maharashtra bagian barat , para petani berjuang mencari air untuk ternak  dan tanaman mereka.

“Kami harus meminjam tangki air dari desa terdekat saat air danau dan sungai mengering. Tapi petani hanya mendapatkan air tiga hari sekali untuk ternak, “kata Rajesh Chandrakant, warga Beed, daerah yang paling parah terkena dampak musim panas.

Kematian

Kematian akibat cuaca panas di India terjadi hampir tiap tahun. Cuaca ekstrem di tahun 2016, saat itu cuaca mencapai 45 derajat Celcius,  dan membunuh 160 orang di Telangana, Andhra Pradesh, serta Orissa

Dalam laporan ABC News, mayoritas korban adalah buruh serta petani yang rumahnya tak memiliki sirkulasi udara baik. “Udara sepanas ini biasanya baru terjadi awal Mei. Tapi sekarang suhu panas datang lebih cepat,”  kata pejabat  Badan Metereologi India.

Saking panasnya udara di Orissa, pemerintah setempat meliburkan aktivitas sekolah. Salah satu insiden paling tragis menimpa gadis 12 tahun yang pingsan kepanasan, kemudian meninggal, saat mengambil air di Desa Maharashtra.

Sedang Mei 2015, India juga dilanda gelombang panas. Saat itu, cuaca terik di dua negara bagian memicu kematian lebih dari 2.500 orang. Rata-rata korban adalah manula.

Untuk tahun ini, situasi dikhawatirkan bisa lebih buruk karena cuaca panas tiba seiring kekeringan serta gagal panen di banyak negara bagian. Jumlah warga yang terdampak mencapai 300 juta orang, seperempat populasi India. Dilaporkan juga ribuan ternak mati karena dehidrasi. (cak/jss)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close