Berita Lokal PekanbaruKhazanah

Pamor Sisik Sewu, Dipercaya Lancarkan Rezeki

Oleh : Djoko Su’ud Sukahar

Rezeki, pangkat dan derajat itu semua Allah yang mengatur. Manusia hanya sekadar menjalankan yang sudah digariskan. Menjauhi semua larangan-Nya, dan menjalani seluruh perintah-Nya.

Metropekanbaru.com, PEKANBARU-Kendati manusia hanya sekadar menjalankan, namun wajib hukumnya untuk berusaha dan terus berdoa agar apa yang diinginkannya bisa terlaksana. Itulah titah orang hidup.

Orang yang sukses dalam berusaha, tentu berlimpah rezeki. Nah dalam kepercayaan Jawa, ada sebilah pusaka yang diyakini sawab dan yoninya dapat membantu seseorang melancarkan mencari rezeki, sekaligus memiliki banyak pengikut.

Pusaka yang diyakini dapat menambah derajat dan rezeki pemiliknya itu, adalah keris berpamor Sisik Sewu. Sejauhmana keampuhan buah karya warisan leluhur itu ?

Keris ini adalah sebilah pusaka lurus tidak berluk dengan panjang tak lebih dari 35 centi meter. Keris itu terbuat dari baja murni dengan warangka kayu timoho.

Sudah cukup tua usia tosan aji ini. Entah dibuat oleh empu siapa dan pada zaman kerajaan apa. Tapi yang jelas, tampilan buah karya leluhur itu sangat gagah, berkarakter dan kokoh serta meyakinkan.

Pusaka itu memiliki tuah sangat tinggi dan ampuh. Diyakini oleh pecandu pusaka, bahwa keris berpamor sisik sewu ini dapat memperlancar rezeki pemiliknya.

Dan bukan hanya itu, tuah yang terkandung didalamnya, diyakini para pemerhati tosan aji, bisa menambah derajad pemiliknya. Wajar jika pamor sisik sewu itu banyak dicari para pengusaha yang mempunyai banyak karyawan.

Sebab dengan jumlah pegawai yang tidak sedikit itu, seorang pengusaha bisa bersikap adil dan memberi perlindungan sekaligus kesejahteraan. Dia tidak terbebani dengan berbagai masalah yang bisa mengancam kelangsungan kehidupan diri dan keluarganya.

Meski memiliki karakter gagah dan kokoh, tapi keris ini tergolong pamor tiban. Pamornya tidak dirancang terlebih dulu oleh sang empu. Pamor ini dibuat bersamaan dengan pembuatan pusaka. Dalam seni rupa disebut sebagai aliran ekspresionisme (expresionism).

Pamor sisik sewu, bentuknya merupakan kumpulan dari bulatan-bulan yang berlapis-lapis. Untuk ukuran bulatannya, rata-rata lebih kecil jika dibanding dengan pusaka yang berpamor udan emas.

Kalau pamor udan emas bulatannya menyebar dari ujung bilah sampai bawah, sedang pamor sisik sewu tidak begitu. Bulatan-bulatan itu menggumpal dan hampir memenuhi sekujur tubuh bilah pusaka.

Memang, pamor sisik sewu tidak setenar udan emas. Akan tetapi bagi mereka yang percaya, tuah yang terdapat pada pamor sisik sewu ini  kurang lebih sama dengan pamor udan emas. jss

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close