Berita Lokal PekanbaruNasionalNews

Pak Jokowi, Wamena Lebih Penting Ketimbang Nostalgia dengan Relawan

Oleh: Eko P

Metropekanbaru.com, Jakarta – Tokoh masyarakat Papua, Christ Wamea berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki kepekaan atas krisis kemanusiaan yang tengah terjadi di Wamena. Menurutnya, masalah di Wamena jauh lebih penting untuk diperhatikan daripada Presiden Jokowi bernostalgia dan sekedar selfie dengan relawannya di istana.

Apalagi, kerusuhan berdarah itu menimbulkan tragedi kemanusiaan. Puluhan orang Minang dan Bugis jadi korban tewas. Sementara ribuan lainnya mengungsi dan eksodus serta dikabarkan kini butuh bantuan makanan.

“Gejolak di wamena jauh lebih penting daripada bpk presiden @jokowi bernostalgia dengan relawan di istana,” tulis Christ di akun resminya, dikutip Ahad(29/9).

Presiden Jokowi memang menggelar reuni dengan relawannya, hal ini setelah permintaan pertemuan dengan mahasiswa ditolak BEM seluruh Indonesia. Kepada relawannya, Jokowi malah meminta dilantik lebih cepat. “Presiden Jokowi sudah mengusulkan. Meminta tanggal pelantikan dimajukan sehari menjadi Sabtu, 19 Oktober 2019,” ungkap Ketua Umum DPP Projo Budi Arie Setiadi mengungkapkan usul presiden., Sabtu (28/9).

Hal inilah yang dipertanyakan tokoh Papua tersebut. Christ melanjutkan, kerusuhan berdarah di wilayah Wamena dikhawatirkan akan meluas dan merembet ke daerah lainnya di Papua. Bahkan, bisa menjadi isu nasional.

“Apa yang terjadi di wamena sudah berdampak nasional,” ujarnya.

Unjukrasa yang berakhir kerusuhan di Wamena sejauh ini telah menelan korban 32 orang tewas. Mayoritas adalah pendatang. Mereka dari suku Minang dan Bugis, juga Jawa serta daerah lainnya. Hal ini dikhawatirkan akan memicu konflik horizontal.

“Kami yang berada di kabupaten/kota yang lain di Papua mulai was-was karena konflik horizontal kemungkinan terjadi kalau tidak ada penyelesaian tuntas,” ungkapnya.

Krisis kemanusiaan terjadi di Wamena memang memprihatinkan. Demonstrasi yang berujung rusuh selain membakar bangunan dan rumah ibadah, demonstran juga menyasar warga pendatang yang ditemukan.

Kerusuhan Wamena
Infografis Kerusuhan Wamena. Foto: DMII

Kini, ribuan orang pendatang eksodus dari Wamena, sementara lainnya mengungsi karena ketakutan. Mereka berebutan untuk pulang ke daerah asalnya.

Dari data terbaru yang dilansir ACT sebanyak 10.000 orang mengungsi serta 2.589 eksodus. Sementara harta benda terbakar ada 224 mobil, 150 motor, 165 rumah, 465 ruko, 5 perkantoran, dan 15 perkantoran rusak berat. Korban jiwa 33 orang dan 77 luka-luka.(EP)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close