Berita Lokal PekanbaruNasionalNews

Okupansi Anjlok, Bisnis Perhotelan Rugi Besar akibat Kabut Asap

Oleh: Bayu Derriansyah

Metropekanbaru.com, PEKANBARU – Kabut asap dampak dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak hanya mengganggu aktivitas serta kesehatan masyarakat. Kabut asap yang terjadi berkepanjangan ini ternyata juga berakibat negatif pada bisnis perhotelan, khususnya di Kota Pekanbaru.

Kabut asap yang menyelimuti wilayah Kota Pekanbaru ternyata mengakibatkan anjloknya okupasi perhotelan. General Manager Batiqa Hotel Pekanbaru, Sumargo mengatakan bahwa akibat kabut asap ini okupansi perhotelan anjlok hingga 30%.

“Kabut asap ini sangat berpengaruh terhadap akuntansi perhotelan. Untuk hotel kita okupansi sangat turun jauh, sekarang di angka 38 sampai 40% saja,” ungkapnya kepada Metropekanbaru.com, Selasa (24/9/2019).

Sumargo mengatakan, banyak perusahaan dari luar daerah Riau yang batal melakukan Meeting Incentive Convention Exebition (MICE) di Kota Pekanbaru. Mereka khawatir untuk berkunjung ke Kota Pekanbaru karena kabut asap.

Menurutnya, kondisi ini merupakan kerugian besar bagi perhotelan di Kota Pekanbaru.

“Kabur mereka ke Medan, ke Aceh dan ke kota-kota lainnya. Jadwal meeting semuanya di cancel dan dipindahkan ke kota yang aman. Kerugian besar bagi pengusaha hotel,” tuturnya.

Dikatakan Sumargo, bagi bisnis perhotelan, akan sangat sulit apabila hanya mengandalkan kamar sebagai sumber pemasukan. “Kalau hanya mengandalkan kamar akan sangat sulit sekali, suffering alias menderita. Untuk saat ini yang melakukan meeting hanya dari perusahaan lokal, itupun hanya beberapa,” katanya.

Di tengah kondisi yang sulit ini, Sumargo mengatakan agar operasional hotel tetap berjalan pihaknya terpaksa mengurangi pekerja harian serta lebih berhemat.

“Tidak banyak yang bisa kita lakukan. paling kita cari peluang-peluang dengan menciptakan revenue agar tetap bertahan. Mengurangi biaya pengeluaran, berhemat. Seperti hemat listrik, belanja yang tidak perlu dikurangi. Pekerja harian juga terpaksa kita kurangi karena hotel sepi,” ujarnya.

Sumargo berharap agar pemerintah dapat bekerja secara maksimal untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan agar masalah kabut asap dapat segera teratasi. Dengan demikian kondisi perekonomian perhotelan juga dapat kembali normal.

“Saya berharap doa-doa kami diijabah oleh Allah subhanahu wa ta’ala agar hujan segera turun dan kabut asap berlalu dengan cepat. Kami juga meminta kepada pemerintah daerah yang memiliki sumber daya dan peralatan, seperti TNI, Polri, BNPB, Satpol PP segera turun secara maksimal,” harapnya. bayu/jss

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close