Berita Lokal PekanbaruNews

Nyak Sandang, Dermawan Penyumbang Pesawat Pertama Indonesia

Oleh: Eko Densa

Metropekanbaru.com, ACEH– Masih ingatkah dengan sosok Nyak Sandang? Dia adalah salah satu penyumbang harta untuk pembelian pesawat pertama Indonesia RI-001 Seulawah pada masa perjuangan Republik Indonesia dahulu. 

Ya, pria berusia 91 tahun lebih itu menyampaikan pesan khusus dalam momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 saat ini kepada generasi pemuda.

Nyak Sandang mengingatkan kepada seluruh generasi penerus bangsa untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia, yang sudah susah payah diraih oleh para pejuang.

“Semoga kemerdekaan ini bisa dijaga, diteruskan, dan diisi dengan baik. “Ya Allah, berikan kemerdekaan ini berlanjut,” ujar Nyak Sandang kepada salah seorang anggota dari Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh, Furqan di rumahnya, di Kabupaten Aceh Jaya, Sabtu (17/8).

Saat dikunjungi, kata Furqan, Nyak Sandang sedikit bicara. Ia dan istrinya Fatimah dalam kondisi sakit-sakitan.

Seperti diketahui, pesawat yang dibeli dari hasil sumbangan Nyak Sandang kala itu diberi nama Dakota RI-001 Seulawah. Maskapai dipergunakan sebagai transportasi udara pertama milik Indonesia yang digunakan Presiden Soekarno di era perjuangan Indonesia. 

Nyak Sandang yang kala itu berusia 23 tahun bersama orang tuanya menjual sepetak tanah dan emas guna mendukung pembelian pesawat. Pesawat ini pula yang menjadi cikal bakal lahirnya perusahaan Garuda Indonesia.

Baca Juga  Dinkes Riau Pastikan RS Belum Terakreditasi Tetap Dilayani BPJS

Kemudian pada tahun 2018, Nyak Sandang diundang oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Istana Merdeka, Jakarta, sebagai bentuk apresiasi atas kedermawanannya.

Saat bertemu Jokowi, Nyak Sandang meminta dioperasi katarak agar bisa membaca Alquran, membangun masjid di kampung halamannya di Kabupaten Aceh Jaya, serta membantunya untuk dapat menunaikan ibadah haji.

Presiden menyahuti permintaan Nyak Sandang melalui operasi yang dilaksanakan di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta pada akhir Maret 2018. Tim dokter berhasil mengangkat penyakit katarak yang dideritanya.

Kemudian, permintaan Nyak Sandang kepada Jokowi agar ia diberangkatkan ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah haji urung dilaksanakan mengingat kondisi kesehatan Nyak Sandang tak memungkinkan, alhasil Presiden Jokowi menawarkan ibadah umrah.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi saat bertemu Nyak Sandang di sela-sela kunjungan kerja Jokowi ke Aceh. Tawaran itu pun diterima Nyak Sandang.

Nyak Sandang menunaikan ibadah umrah bersama Khaidar (anak) dan Nailis Safwati (menantu) pada Maret 2019. Seluruh biaya keberangkatan umrah ketiga anggota keluarganya itu ditanggung sepenuhnya oleh Presiden Jokowi. (Eko/PS/INI Network)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close