Berita Lokal PekanbaruLifestyle

Nostalgia di Pasar Ahad Pahing, Sambil Nikmati ‘Jajanan Ndeso’

Oleh : Bagus Aryo Wicaksono

Metropekanbaru.com, GUNUNGKIDUL-Ada Pasar Ahad Pahing di Gunungkidul. Di pasar ini, hampir semua ‘jajanan ndeso’ dijual. Ini belanja sekaligus bernostalgia.

Dibuka sejak bulan Oktober 2018 lalu, Pasar Pahing Al Mumtaz yang berada di Dusun Kerjan, Kelurahan Beji, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta menjelma menjadi salah satu destinasi wisata halal yang ada di Bumi Handayani.

Pasar Pahing  yang berada di lokasi Pondok Pesantren Al Mumtaz ini tidak buka setiap hari, melainkan setiap Minggu Pahing saja. Wisatawan yang berkunjung ke sini bisa membeli aneka macam makanan tradisional yang sudah jarang ditemukan di kota.

Di tempat ini terdapat puluhan penjual makanan dan minuman tradisional yang bisa membawa kita bernostalgia ke masa kecil dulu. Mulai dari thiwul, cenil, dawet, pecel, sempol dan aneka menu makanan tradisional lainnya.

Proses belanja di Pasar Pahing Al Mumtaz tidak menggunakan uang kertas. Nantinya wisatawan yang ingin membeli makanan akan diberi uang kayu dengan stempel yang didapat dari petugas.

Untuk belanja uang kertas harus ditukar dulu denga uang kayu, satu kotak uang kayu senilai Rp.2.000.

Penggagas Pasar Pahing Al Mumtaz sekaligus Ketua Pondok Pesantren Al Mumtaz Gunungkidul, Muhammad Khoiron mengatakan dengan adanya Pasar Pahing ini pihaknya ingin mendongkrak ekonomi masyarakat sekitar.

“Pasar Ahad Pahing adalah perpaduan antara pasar dengan pariwisata edupreneur, Pondok Pesantren Al Mumtaz selain mendidik santrinya untuk sukses dan bahagia, juga mengajak warga masyarakat untuk sukses dan bahagia secara bersama-sama, sesuai dengan ajaran islam. Berdirinya pasar ini semoga akan menjadi sumber rezeki yang halalan thayyiban, serta berkembang untuk mendukung perkembangan pariwisata di kabupaten Gunungkidul,” katanya.

Keberadaan pasar yang buka tiap minggu pahing ini juga mendapatkan respon positif dari masyarakat maupun wisatawan. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya wisatawan yang datang dan jajan makanan tradisional di Pasar Pahing Al Mumtaz. (Sug)

 

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close