Berita Lokal PekanbaruNews

Nani Wartabone (3) : Umur Kemerdekaan Itu Cuma Sebulan

Oleh : Djoko Su’ud Sukahar

Metropekanbaru.com, PEKANBARU-Adalah kemerdekaan yang pendek. Baru sebulan sesudah ‘Proklamasi Kemerdekaan Nasional’ di Gorontalo, tentara Jepang mendarat.

Tercatat, tanggal 26 Februari, sebuah kapal perang Jepang bertolak dari  Manado  dan berlabuh di pelabuhan Gorontalo.

Mengingat semboyan Asianisme yang didengungkan Jepang sebagai  ‘saudara tua’, maka Nani Wartabone menyambut baik kedatangan bala tentara Jepang ini. Harapannya, tentu, kehadiran mereka akan menolong PPPG.

Ternyata harapan itu salah. Jepang justru melarang pengibaran bendera Merah Putih dan menuntut warga Gorontalo untuk tunduk pada Jepang.

Nani Wartabone menolak permintaan ini. Namun karena tidak kuasa melawan Jepang, ia memutuskan meninggalkan Kota Gorontalo dan kembali ke kampung kelahirannya di Suwawa.

Ini sangat politis. Sikap Nani itu sama dengan tanpa ada penyerahan kedaulatan.

Di Suwawa, Nani Wartabone mulai hidup sederhana sebagai petani. Sedang rakyat yang berpihak kepada Nani Wartabone akhirnya melakukan mogok massal. Gorontalo sepi bagaikan kota mati.

Melihat situasi ini, Jepang melalui kaki tangannya melancarkan fitnah. Mereka menyebut Nani Wartabone sedang menghasut rakyat untuk memberontak pada Jepang.

Dari fitnah itu, Nani Wartabone ditangkap pada 30 Desember 1943. Dia dibawa ke Manado. Di Kota Toar-Lumimuut itu Nani Wartabone mengalami berbagai siksaan. Salah satu siksaan Jepang yang masih melekat dalam ingatan masyarakat Gorontalo hingga saat ini adalah, ketika Nani Wartabone sehari semalam tubuhnya ditanam dalam tanah. Tinggal bagian kepala yang tersisa.

Itu dilakukan di pantai, di belakang Kantor Gubernur Sulawesi Utara sekarang. Hampir sehari kepala Nani Wartabone dimainkan ombak dan butir-butir pasir. Nani Wartabone baru dilepaskan Jepang pada 6 Juni 1945, saat tanda-tanda kekalahan Jepang dari sekutu mulai tampak. jss

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close