Berita Lokal PekanbaruNews

Muslim Tionghoa di Samarinda Larut dalam Suasana Idul Adha

Oleh: Yuliawan A

Metropekanbaru.com, Samarinda – Hari Raya Idul Adha atau yang biasa disebut Hari Raya Haji atau Hari Raya Kurban, juga turut diperingati warga Tionghoa muslim di Samarinda.

Seperti biasanya shalat Idul Adha dilaksanakan di Hotel Bumi Senyiur, yang merupakan milik seorang warga Tionghoa muslim Yoes Soetomo. Di ballroom hotel bintang lima di Samarinda ini selalu dilaksanakan shalat Idul Fitri dan Idul Adha yang menjadi dua hari kebesaran umat Islam.

Bahkan menurut Surya Soetomo, salah seorang anak dari H Yoes Soetomo mengatakan hari raya qurban memiliki makna yang kuat di kalangan umat Islam Tionghoa di Samarinda. Walaupun jumlahnya tidak lebih dari 3.000 orang, namun sifat rela berkorban dan saling memberi menjadi pelajaran utama dalam hari raya Idul Adha tahun ini bagi dirinya dan sesama muslim Tionghoa.

“Berbagi dengan sesama. Tidak membeda-bedakan, dan saling mengasihi antar umat beragama serta menjauhi perbedaan itu yang kita tanamkan. Tak ada yang beda dengan umat muslim lainnya, karena kami juga sudah mengikuti budaya dan pedoman dalam Islam. Hanya kulit saja yang berbeda,” ungkapnya, Minggu (11/8).

Selain itu, warga Tionghoa muslim di Samarinda juga menghimpun dana untuk membeli hewan qurban. Nantinya daging dari sapi dan kambing tersebut, akan dibagikan kepada kurang mampu.serta mualaf dan ulama yang ada di Samarinda.

Surya juga berharap rasa persatuan antar umat beragama dan juga semua golongan bisa terjalin erat lewat momen lebaran tahun ini. Sehingga keberkahan akan menyelimuti Samarinda dan juga memberikan kemakmuran bagi warga yang kurang mampu.

Dalam shalat Idul Adha tahun 1440 H di Hotel Senyiur Samarinda ini, bertindak sebagai khatib Sani bin Husein. Dalam isi kutbahnya, khatib mengingatkan pesan terhadap pelajaran tentang kerena bekurban yang telah dilakukan oleh Nabi Ibrahim kepada Nabi Ismail. Sehingga umat Islam bisa mengambil hikmah dari pengorbanan tersebut.

“Kita harus belajar dari panutan kita Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Agar kita memiliki sifat yang baik dan senantiasa peduli terhadap sesama,” ujarnya.(YAN)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close