Berita Lokal PekanbaruNews

Moral Anak Bangsa Bobrok, Kembalikan Pelajaran PMP

Oleh : Bayu Derriansyah

Siswa melawan guru acap terjadi. Ini dianggap kebobrokan akibat pendidikan yang kurang menekankan moral. Perlu mengembalikan pendidikan PMP?

Metropekanbaru.com, PEKANBARU – Maraknya tindak diskriminasi yang dilakukan oleh siswa terhadap guru, dianggap akibat kurangnya pendidikan yang menekankan moral sebagai pendidikan dasar di sekolah.

Anggota Komisi III DPR RI, Faisal Muharrami Saragih, Senin (1/4/2019) mengatakan itu. Menurutnya, kondisi itu berdasarkan keluhan yang didengarnya. Masyarakat menginginkan pelajaran moral dijadwalkan sebagai pendidikan dasar untuk siswa.

“Banyak masyarakat yang menginginkan moral itu menjadi pendidikan dasar kita. Kalau dulu itu kan ada namanya PMP (Pendidikan Moral Pancasila), yang sekarang mungkin sudah diganti PPKN atau KWN,” katanya.

Faisal mengatakan, masyarakat menganggap, bahwa pelajaran PMP memiliki pengaruh yang cukup besar untuk membentuk moral anak bangsa.

“Pelajaran PMP ini sangat berperan untuk membentuk moral siswa. Jadi banyak masyarakat sekarang yang menginginkan dikembalikan menjadi PMP lagi,” ungkapnya.

Kata Faisal,  Kementerian Pendidikan juga seharusnya dapat melakukan survei yang tepat, agar dapat memberikan pelayanan serta memenuhi kebutuhan pendidikan Indonesia, khususnya pada bidang moral.

“Kita minta Kementerian Pendidikan untuk melakukan survei ke bawah, jadi bisa tahu pendidikan seperti apa sebenarnya yang diinginkan oleh masyarakat. Kalau memang tujuannya ingin membentuk moral anak bangsa, riset-lah. Pendidikan-pendidikan seperti apa yang  bisa membentuk moral anak bangsa seperti dulu,” pungkasnya.

Seperti diketahui, beberapa waktu terakhir, sejumlah tindakan tidak bermoral dilakukan oleh siswa terhadap guru mereka. Mulai dari melawan, mengancam, hingga melakukan tindakan fisik yang mengarah pada tindakan kriminal. bayu/jss

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close