NasionalNews

Menristek: Nasib Buah Indonesia Miris

Oleh: Suandri Ansah

Metropekanbaru.com, Jakarta – Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN), Bambang Brodjonegoro mengaku miris dengan nasib buah-buahan Indonesia. Buah Indonesia beraneka ragam tapi tak ada yang jadi andalan komoditas dagang internasional.

“Mengenai buah, memang Indonesia agak ironis, di satu sisi kita bangga karena punya diversifikasi buah yang termasuk besar di dunia, buah tropis tapi tak mampu mengoptimalkan dalam bentuk ekspor,” ujarnya dalam Rakornas Kadin di Jakarta Pusat, Selasa (5/11).

Menurut Bambang, buah-buahan khas iklim tropis seperti di Indonesia baru sebatas jadi kenikmatan domestik. Duren misalnya, meski memiliki rasa eksotis tapi belum mampu menjebol pasar ekspor.

“Kemarin saya waktu berkunjung ke Sulawesi Selatan, berjalan dari Sidrap ke Enrekang, sepanjang jalan ke Enrekang banyak orang jual mangga di warun-warung,” ujar Bambang.

Menurut dia, kondisi ini menyiratkan bahwa masyarakat belum begitu menghargai produk petani sendiri. Karena masih dijual di pinggir jalan dengan harga murah.

“Artinya si petani pasti jual mangga dengan harga sangat murah. Sehingga akhirnya buat dia tidak bisa tingkatkan produktifitas sebagai petani apalagi secara ekspor,” imbuh dia.

Dengan kondisi seperti ini, Bambang mengaku bahwa pemerintah belum punya startegi canggih meningkatkan daya saing produk hortikultura, terutama buah. Seharusnya, Indonesia bisa memilih beberapa jenis buah yang akan dijadikan andalan ekspor.

“Jangan semua buah, pilih beberapa jenis yang mau kita jadikan andalan ekspor. Dan kalau sudah jelas buahnya maka disitulah intervensi ristek masuk,” tuturnya. (*/Dry)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close