Berita Lokal PekanbaruNews

Mendagri : Sudah Dipakai 10 Tahun, Mobil Dinas Waktunya Diganti

Oleh: Azhar AP

Metropekanbaru.com, JAKARTA– Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan pengadaan mobil dinas baru presiden dan pejabat negara sudah saatnya diganti. Dia beralasan mobil dinas saat ini sudah sering rusak dan mogok.

Tak hanya kendaraan para menteri, mobil dinas Presiden Joko Widodo saja sudah sering mogok. Kerusakan, mulai dari kaca susah dibuka hingga perangkat komunikasi tiba-tiba menyala.

Karenanya mobil presiden dan wakil presiden harus diganti. Begitu juga dengan mobil para menteri. Tjahjo sendiri pernah mengalami mogok di jalan sehingga harus berganti kendaraan.

Dia meminta keputusan pemerintah membeli mobil dinas baru tidak perlu dipermasalahkan. Sebab semuanya sudah melalui prosedur dan mekanisme yang berlaku.

“Yang penting semua prosedur sudah dilalui sesuai mekanisme yang ada, baik tender secara terbuka maupun penganggaran terbuka disetujui DPR,” kata Tjahjo di Jakarta, Sabtu (24/8).

Menurut dia, pembelian kendaraan dinas baru tersebut memang diperlukan karena sudah beroperasi selama 10 tahun sejak mobil itu diproduksi di pabriknya. Bahkan, mobil dinas yang digunakannya pun juga sering mengalami kerusakan.

“Mobil dinas Crown yang saya pakai masih bisa jalan dan dipakai, walau saya sering turun di jalan, pindah ke mobil patroli pengawal (patwal) karena mendadak mogok di jalan,” katanya.

Menurut dia, batas pemakaian mobil selama 10 tahun menjadi standar ideal penggunaan. Lebih dari itu mobil memerlukan perawatan ekstra untuk menghindari kinerja suku cadangnya sehingga berpengaruh pada aspek keselamatan pengguna.

Tjahjo pun mengatakan rencana pembelian mobil dinas baru itu sudah pernah dimunculkan pada 2009. Saat itu, Presiden Jokowi baru terpilih sebagai kepala negara. Namun, akhirnya Presiden Jokowi memutuskan tidak mengganti mobil dinasnya karena dianggap masih layak pakai saat itu.

“Lima tahun lalu berita tentang perlu atau tidak ganti mobil dinas sudah muncul, dan Bapak Presiden Jokowi memutuskan mobil dinas pejabat negara tidak ganti karena masih layak dipakai,” ujarnya.

Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono mengatakan, dua mobil dinas baru diperkirakan tiba di Jakarta pada akhir tahun 2019, sehingga dapat digunakan untuk kegiatan operasional di kabinet yang baru.

Jenis mobil dinas baru Presiden tidak berubah dari yang sebelumnya yakni produksi Jerman Mercedes-Benz seri S600 Pullman Guard.

Namun, meski sering rusak dan mogok, mobil dinas yang lama tetap digunakan untuk cadangan operasional kegiatan presiden dan wapres. (Aza/Ant)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close