Berita Lokal PekanbaruNasional

Memasuki Kemarau Ekstrem, 1.502 Satgas Disiagakan

Oleh: Azhar AP

Metropekanbaru.com, JAKARTA– Sebanyak 1.502 personel satuan tugas (Satgas) penanggulangan bencana akibat asap kebakaran hutan dan lahan siaga untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah. Mereka diturunkan di beberapa provinsi seperti Riau, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.

Deputi bidang Koordinasi Kerawanan Sosial dan Dampak Bencana Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Dody Usodo mengatakan, potensi kebakaran hutan dan lahan penting untuk diwaspadai. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menurunkan satgas Karhutla dengan tugas mengantisipasi kerusakan kebakaran hutan dan lahan dan memberikan pendidikan kepada masyarakat.

Berdasarkan pemantaun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), potensi wilayah Karhutla mengalami peningkatan titik api sampai bulan Juli 2019, dengan titik panas ditemukan sampai 70 persen lebih dibandingkan tahun 2018.

Terkait upaya yang dilakukan jika nantinya kebakaran hutan tetap terjadi, Dody mengatakan pemerintah akan membagikan masker untuk masyarakat supaya tidak terjangkit penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA).

“Jika terdampak pada lingkungan, maka yang dilakukan pembagian masker dan pendampingan kesehatan bagi masyarakat,” kata Dody.

Dody mengatakan tidak semua pengendalian dilakukan pemerintah pusat, karena masih ada kewenangan dari pemerintah daerah. Tetapi jika pemerintah daerah tidak mampu dan telah mengeluarkan surat keputusan darurat bencana, makan pastinya pemerintah pusat akan memberikan pendampingan.

“Yang jelas jangan sampai ada korban jiwa,” harap Dody.

Kemenko PMK mencatat 28 provinsi di Indonesia terancam kekeringan dengan risiko sedang hingga tinggi di tahun 2019. Luas wilayah terancam 11.774.437 hektar dan diperkirakan jiwa terpapar sebanyak 48.491.666 jiwa.

Berdasarkan pengamatan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim kemarau di Indonesia diperkirakan berakhir Oktober 2019. Musim kemarau itu, akan jauh lebih kering dari tahun-tahun sebelumnya. Diperkirakan puncak kekeringan terjadi di bulan Agustus 2019. (Aza/Ant)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close