Berita Lokal PekanbaruKhazanah

Melepas Nazar di Makam Keramat Panglima Polem Aceh

Oleh: Hendri |

Metropekanbaru.com, ACEH— Suatu sore Aisyah (70) bersama Sri (45) segaja singgah di dalam komplek Makam T Panglima Polem yang terletak di atas perbukitan Desa Lamsie, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar.

Aisya dan Sri yang juga warga desa Lamsie, ingin mengambil obat untuk penyakit batin yang diderita anaknya pada sebuah makam ulama kharismatik bernama Tengku Batee Timoh (Tengku Batu Nisan Tumbuh) desa itu.

Di bawah perpohonan besar di pinggir makam mereka duduk dan komat-kamit merapal doa seraya menengadahkan telapak tangan. Setelah itu baru diambil sedikit tanah dari atas kuburan makam itu untuk dimasukkan dalam kantong plastik yang telah mereka siapkan.

Foto: Hendri Abik/ Rencongpost.com

Aisyah mengatakan tanah yang mereka ambil itulah merupakan obat yang mereka yakini dapat menyembuhkan sejumlah penyakit yang diderita.

“Kami ke sini untuk mengambil obat serta meminta doa untuk kesembuhan anak kami,” sebut Aisya, Minggu (30/6) usai dia laksanakan ziarah kubur.

Tanah yang telah mereka ambil tersebut, sebutnya, akan dicampur ke dalam air yang digunakan saat mandi.

Baca Juga  Kendati Diwarnai Aksi Demo, Sidang Perdana di MK Berlangsung Kondusif

“Kami yakin karena telah terbukti banyak yang sembuh dengan cara seperti ini,” sebutnya.

Selain berobat, sebutnya, banyak juga warga datang ke kuburan ulama keramat tersebut, untuk menuaikan nazar (janji) apabila meraih target yang diinginkan. Bahkan tak sedikit warga khusus datang menenangkan diri, menata pikiran dan hati dari macam problem kehidupan.

“Banyak yang datang ke sini, bahkan tidak tahu dari mana-mana, untuk berdoa pada makam ulama ini,” sebutnya.

Foto: Hendri Abik/ Rencongpost.com

Sementara itu, masyarakat setempat tidak tahu nama ulama tersebut, tapi mereka yakin itu ulama keramat. Sebab batu nisan itu tumbuh sendiri dan lebih tinggi  dari makam lainnya. Oleh sebab itulah ulama tersebut  diberi nama Tengku  Bate Timoh.

Letak makam itupun disamping makam Pahlawan Nasional T Panglima Polem. Masyarakat sekitar sudah melaksanakan tradisi melepaskan janji pada makam itu, sudah berlangsung lama. (Hen)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close