Nasional

Mbak Tutut: FPI Punya Peran Besar Bagi Bangsa Indonesia

Oleh: Zahirudin

Metropekanbaru.com, Jakarta – Putri sulung mantan Presiden Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana menilai organisasi masyarakat Front Pembela Islam (FPI) memiliki peran dalam mengamankan bangsa.

Mbak Tutut, begitu sapaan akrabnya, menilai FPI bukanlah organisasi yang brutal. Dia mengambil contoh saat peristiwa 212 beberapa waktu lalu yang berhasil berjalan tertib, rapi, dan bersih.

“Semuanya rapi dan bersih. Itulah yang membuat saya yakin FPI luar biasa dan tidak brutal,” kata Mbak Tutut saat berkunjung ke Pesantren Markaz Syariah, Megamendung, Bogor, Jawa Barat, Rabu (10/4) kemarin.

Dia melanjutkan, contoh lainnya FPI buktikan saat bencana tsunami melanda Aceh pada tahun 2004 silam. Pada saat itu FPI berandil besar dalam membantu aparat di sana sekaligus warga yang terkena musibah.

Menurutnya, bangsa Indonesia harus menghormati apa yang telah FPI lakukan selama ini. Apa yang dilakukan FPI berada di jalan Allah. FPI, lanjutnya, berani dan bertanggung jawab atas peran-peran yang dilakukannya di masyarakat.

“Jangan sampai FPI ditunggangi orang-orang yang bertujuan merusak nama baik organisasi dan semoga Imam Besar Habib Rizieq Shihab dapat segera pulang ke Tanah Air,” ujarnya.

Kepada para santri, Tutut berpesan untuk menjadi generasi penerus yang berguna. Ia juga mengingatkan peran pesantren yang sangat membantu pemerintah membangun sumber daya manusia.

“Pemerintah tak akan mampu menangani pendidikan seluruh rakyat sendirian, peranan pesantren sangat membantu,” katanya.

Pesantren Markaz Syariah merupakan salah satu pesantren yang memiliki banyak aktivitas di luar pendidikan agama, termasuk usaha santri di bidang pertanian, antara lain budi daya alpukat jenis green goldproduk pesantren yang sudah diekspor ke Eropa dan Timur Tengah.

Putri bungsu mantan Presiden Soeharto, Siti Hutami Endang Adningsih alias Mamiek Soeharto, yang juga ikut serta berkunjung ke pesantren mengatakan terbuka peluang kerjasama di bidang pertanian dan peternakan.

Dia berharap kerjasama bisa ditingkatkan demi kejayaan umat, bangsa, dan negara. “Kami terpanggil untuk berjuang demi kemaslahatan rakyat. Kami ingin Indonesia kembali makmur berdaulat dan disegani bangsa lain,” ungkap Mamiek. (EPJ)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close