Berita Lokal PekanbaruRamadhan Kita

Masjid Ini Namanya ‘Maria Bunda Yesus’

Oleh : Djoko Su’ud Sukahar

Metropekanbaru.com, ABU DHABI-Demi toleransi beragama, masjid ini diubah namanya. Dari semula bernama Masjid Mohammed Bin Zayed menjadi Mariam umm Eisa Mosque. Masjid ‘Maria Bunda Isa atau Yesus’.

Abu Dhabi adalah salah satu kota berpengaruh di UEA. Meski mayoritas penduduknya Muslim, Abu Dhabi punya rasa toleransi yang tinggi terhadap umat lain.

Ini terlihat dari sikap HH Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, Putra Mahkota Abu Dhabi dan Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata UEA.

Demi mempererat toleransi umat beragama, Putra Mahkota memutuskan untuk mengganti nama Mohammed Bin Zayed Mosque, menjadi Mariam Umm Eisa Mosque. Dari Masjid Mohammed Bin Zayed menjadi Masjid Mariam Bunda Isa atau Yesus.

Mohammed Bin Zayed Mosque sendiri dikenal luas karena keindahannya. Walau tak semegah Masjid Sheikh Zayed, namun Mohammed Bin Zayed Mosque juga anggun dan mempesona. Itu yang menyebabkan masjid ini banyak dikunjungi, termasuk dari pemeluk agama lain.

Melihat banyaknya kunjungan umat agama lain ke masjid ini, Putra Mahkota pun mengganti nama Mohammed Bin Zayed Mosque menjadi Mariam Umm Eisa, alias ‘Maria Bunda Isa atau Yesus’.

Perubahan nama ini untuk mempererat hubungan antara pemeluk agama Islam dan Kristen. Sebagai sesama agama samawi, nama Maryam termaktub dalam Al Quran.

Umm Eisa dalam Islam adalah Siti Maryam ibunda Nabi Isa. Sedang dalam agama Nasrani, Isa diyakini sebagai Yesus.

Perubahan nama ini banyak menuai pujian kalangan gereja Kristen di Abu Dhabi. Menurut mereka, ini sebagai bukti keharmonisan.

Demi kerukunan, UEA telah melakukan beberapa langkah untuk keharmonisan antar umat beragama itu. Negara ini telah mengangkat Menteri Negara Toleransi dan meluncurkan Piagam Toleransi tahun lalu.

Tujuannya adalah untuk memerangi kefanatikan, ekstremisme, dan rasisme. Negara ini menyebarkan nilai-nilai toleransi, perdamaian dan koeksistensi.

HH Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Wakil Presiden UEA dan Penguasa Dubai, secara terbuka menulis surat yang menyatakan, diskriminasi tidak akan terjadi di UEA.

“Kami tidak membedakan satu sama lain di UEA. Kami juga tidak menggunakan ras atau kebangsaan untuk saling mendiskriminasi. Kita melihat semua orang sama, seperti Tuhan menciptakan kita,” tulisnya.

“Tidak ada preferensi atau prestasi yang diberikan kepada siapa pun kecuali mereka yang bekerja dengan rajin, menghormati undang-undang, konstitusi kita dan berkontribusi pada bangsa kita,” tambahnya. jss

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close