NasionalNews

Luhut: Penyerangan Terhadap Pejabat Bisa Terjadi di Mana Saja

Oleh: Annisa Fadhilah

Metropekanbaru.com, Jakarta – Pemerintah memastikan akan meningkatkan pengamanan bagi pejabat negara menyusul insiden penyerangan terhadap Menko Polhukam Wiranto. Kasus itu juga menjadi evaluasi untuk sistem keamanan para menteri setelah pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih nanti.

Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, kejadian yang dialami Wiranto bisa terjadi di mana saja. Bahkan dirinya pun tidak lepas dari ancaman.

Menurut dia, contoh kasus seperti yang dialami Wiranto itu tidak hanya terjadi di Indonesia. Terlebih lagi di negara yang tidak bisa bersih dari teroris.

“Kita harus menjaga diri, termasuk diri saya. Seperti yang kita tahu, tanda-tanda radikalisme dan terorisme masih ada di Indonesia dan banyak. Jadi kita harus hati-hati,” katanya di Jakarta, Jumat (11/10).

Yang pasti, kata dia, kejadian yang menimpa Wiranto tidak akan menggangu acara pelatikan presiden, 20 Oktober mendatang. Semua sudah dipastikan untuk acara pelantikan khususnya terkait pengamanan.

Diketahui, penyerangan disertai penusukan kepada Wiranto menjadi catatan buruk pengamanan pejabat negara sepanjang sejarah. Wakil Presiden Jusuf Kalla ini kejadian pertama yang menimpa seorang menteri.

Penyerangan terhadap menunjukkan ada masalah serius dalam pengamanan pejabat negara. Ini juga menjadi catatan agar sistem keamanan diperbaiki demi keselamatan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Atas kejadian tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan kepada Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian untuk memberikan pengamanan lebih kepada seluruh pejabat negara. Hal itu untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

“Saya sudah perintahkan ke Kapolri agar pejabat diberikan penambahan pengamanan agar peristiwa yang terjadi oleh Pak Wiranto tak terulang lagi,” kata Jokowi usai menjenguk Wiranto, Jumat (11/10). (Aza)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close