Berita Lokal PekanbaruInternasionalNews

Lecehkan Jemaat, Pastor Katolik Ini Salahkan Iblis

Oleh : Djoko Su’ud Sukahar

Metropekanbaru.com, WARSAWA-Pelecehan seksual yang dilakukan pastor di Polandia membuat geger. Itu ketika keduanya dipertemukan, dan direkam diam-diam. Pertemuan itu kemudian dipublish YouTube.

Pastor di Polandia ini terseret kasus pelecehan seksual. Itu dilakukan beberapa tahun lalu. Dan dia tidak diadili karena kasus itu.

Korban yang dilecehkan masih belum lupa kejadian itu. Malah dia trauma dan hancur kehidupan dewasanya. Ini yang kemudian difilmkan, pertemuan langsung antara sang pastor dengan korbannya.

Menurut CNN, Senin (27/5/2019), film dokumenter itu berjudul ‘Tell No One’. Film ini yang membuat gempar kalangan Gereja Katolik Polandia. Juga masyarakat Polandia yang dikenal religius.

Adegan pertemuan pastor dan korbannya itu direkam secara diam-diam. Memperbincangkan detail pelecehan seksual para pastor Katolik di Polandia.

Para pastor itu didatangi korbannya beberapa tahun kemudian. Ketika sang korban yang kala dilecehkan masih anak-anak dan belia itu sudah dewasa, dan sang pastor masih belum pensiun.

Rekaman ini kemudian dirilis YouTube pada 11 Mei lalu. Film ini sudah ditonton oleh lebih dari 20 juta kali.

“Bapa, saya ingin melihat mata Anda. Saya ingin bertanya kepada Anda, kenapa?” tanya Anna Misiewicz, salahsatu korban ketika bertemu langsung dengan pastor yang mencabulinya saat masih berumur 7-8 tahun.

“Anda menyentuh saya di tempat yang tidak seharusnya, bagian privat saya,” ucap Misiewicz.

Dia mengatakan, bahwa tindakan sang pastor terhadapnya di masa lalu telah merusak kehidupannya saat dewasa.

“Saya masih mengalami mimpi buruk. Saya tidak bisa tidur saat malam hari. Saya masih membawanya (kejadian itu) di dalam diri saya,” tambahnya.

Dalam rekaman itu nampak sang pastor menghela napas. Posisi duduknya tidak nyaman. Dan pertemuan antara Misiewicz dengan sang pastor ini terjadi di rumah pensiun pastor di Kielce, Polandia bagian tengah.

“Saya tidak seharusnya melakukan itu. Saya tidak seharusnya menyentuh atau menciummu. Saya tahu saya tidak seharusnya melakukannya,” jawab sang pastor, yang tidak pernah diadili atas perbuatannya ini.

“Saya sungguh menyesalinya,” tambah sang pastor.

Dia menyebut, bahwa dirinya telah berubah sejak tiga dekade lalu. Pasca perbuatan bejatnya dilakukan terhadap Misiewicz. “Iblis yang mendorongnya (mendorong saya melakukan pelecehan seksual terhadapmu),” kata pastor itu.

Di Polandia, selama ini, Gereja Katolik dan para pastor menikmati status terhormat. Mereka memiliki pengaruh besar di Polandia, karena lebih dari 90 persen warganya adalah penganut Katolik. cnn/d/jss

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close