Berita Lokal PekanbaruInternasional

Korban Tewas Cuaca Ekstrem India Meningkat Menjadi 45 Orang

OlehNurcholis | 

Metropekanbaru.com, JAKARTA-Kematian akibat cuaca esktrem di India meningkat. Jika pekan kemarin diberitakan 36 orang meninggal, jumlah itu kini meningkat menjadi 45 orang.

Menurut AFP, cuaca panas ekstrem itu mengakibatkan 45 kematian dalam 24 jam di Bihar, India. Di negara bagian ini mencatat suhu tinggi memasuki minggu ketiga.

Pejabat Kesehatan India, Vijay Kumar mengatakan kepada AFP, bahwa beberapa kematian dilaporkan di tiga daerah miskin di utara negara itu, ketika suhu naik hingga 45 derajat celcius, akhir-akhir ini.

Dia mengatakan, 45 orang tewas di tiga daerah di wilayah Magadh yang dilanda musim kemarau.

“Itu terjadi pada Sabtu malam dan mereka yang terkena stroke panas dilarikan ke rumah sakit yang berbeda. Sebagian besar dari mereka meninggal semalam, dan sisanya mendapat perawatan,” katanya.

Kumar menambahkan, bahwa sekitar 40 orang telah menerima perawatan di rumah sakit milik pemerintah di distrik Aurangabad. Di distrik ini 27 orang tewas, 15 di Gaya, dan 7 orang di distrik Nawada.

Menteri Kepala Negara Nitish Kumar telah mengumumkan kompensasi 400.000 rupee untuk keluarga yang meninggal dunia.

Harsh Vardhan, Menteri Kesehatan India, mengatakan warga  tidak boleh meninggalkan rumah mereka sampai suhu turun. “Sebab panas yang hebat mempengaruhi otak dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan,” katanya.

Sebelumnya, Anup Kumar Srivastava selaku pakar gelombang panas pada Otoritas Penanggulangan Bencana Nasional India (NDMA), mengatakan kepada Reuters, “Ini merupakan gelombang panas terburuk yang pernah terjadi. Tahun 2015, gelombang panas tercatat terjadi di sembilan wilayah, tahun ini diperkirakan ada di 23 wilayah,” sebutnya.

India kerap mengalami kekeringan selama musim panas, namun situasi tahun ini tergolong sangat buruk. Kondisi di wilayah barat dan selatan negara itu sangat parah karena hanya menerima curah hujan di bawah normal sepanjang musim penghujan tahun lalu.

NDMA telah memprediksi bahwa gelombang panas akan melanda India dari pertengahan Maret. Namun kondisi cuaca berubah ekstrem sejak pertengahan Mei. Diperkirakan situasi ini akan berlangsung hingga pertengahan Juni.

Sebagian besar India utara telah mengalami lebih dari dua minggu panas terik. Suhu telah naik di atas 50 derajat Celcius (122 Fahrenheit) di negara bagian Rajasthan.

Gelombang panas ini pada tahun 2015 menewaskan lebih dari 3.500 orang di India dan Pakistan.

Pada tahun 2017, para peneliti mengatakan, Asia Selatan, yang merupakan rumah bagi seperlima dari populasi dunia, dapat melihat tingkat panas naik ke tingkat yang tidak dapat diselamatkan pada akhir abad ini jika tidak ada tindakan yang diambil untuk pemanasan global, kutip AFP. (cak)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close