HumanioraNasionalNews

Kisah Nurul Pratiwi, Remaja yang Kawin Lari Hingga Keguguran dalam Masjid

Oleh: Andi Amriani

Metropekanbaru.com, Makassar— Kawin lari biasanya jalan terakhir yang ditempuh sepasang kekasih untuk terus menjalin hubungan, agar tetap bisa bersama-sama.

Kondisi seperti ini, sering terjadi di Sulsel, pasangan yang sudah mantap untuk menikah tapi terkendala restu dari kedua orang tua memicu untuk melakukan perbuatan terlarang itu.

Seperti yang baru-baru viral,  terjadi di Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa. Warga sekitar digegerkan dengan adanya bau busuk di dalam Masjid Sirata, Mustaqin. Setelah di cek oleh salah seorang pengurus ditemukan seorang remaja berusia 18 tahun, tergeletak di atas karpet merah, kejadiannya empat hqri yang lalu, tepatnya 16 Oktober 2019. Tak jauh dari tempat perempuan itu tidur, berceceran banyak darah. Saat itu warga menduga remaja tersebut baru saja menggugurkan kandungan.

Pengurus Masjid, Ahmad Syaifullah saat itu, mengatakan bahwa sebelum kejadian, perempuan tanpa identitas telah dipantau oleh warga bersama dengan seorang lelaki.

“Perempuan itu bersama laki-laki, mereka tidak shalat karena hanya memakai celana pendek. Lalu ada bau busuk di lantai dua, dan kami melihat perempuan lemas tidur di atas karpet. Sepertinya baru saja menggugurkan kandungannya,” katanya.

Lalu, remaja yang memakai baju berwarna biru di antar menggunakan Ambulans ke rumah sakit umum Gowa. Sementara pihak kepolisian sedang mencari lelaki yang bersama perempuan tersebut.

Dua hari sejak kejadian itu, tepatnya Sabtu (19/10) diketahui bahwa perempuan yang tergeletak lemas di Masjid bernama Nurul Pratiwi, dan lelaki yang meninggalkanya tidak lain, suaminya bernama Rio.

“Dia tidak keguguran tetapi pendarahan,” kata Kapolsek Pallangga Hendra Suyatno, kepada wartawan.

Dia bercerita, bahwa sebenarnya Pratiwi tidak menggugurkan kandungannya seperti dugaan warga. Sebaliknya dia keguguran, akibat sakit yang dideritanya.

Hendra juga mengatakan, sudah mencari tahu hasil pemeriksaan di rumah sakit dan ternyata Pratiwi tidak melakukan aborsi, sebaliknya dia sakit diare akut dan telat mendapatkan pertolongan medis, akibatnya keguguran.

Dari data yang dihimpun, Pratiwi sudah lama menderita sakit diare, tetapi karena statusnya kawin lari dengan Rio, maka sang suami tidak berani membawa ke rumah sakit. Kawin lari bagi suku Makassar merupakan Si’ri. Dimana jika bertemu dengan keluarga perempuan, masalahnya akan besar. (ani)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close