Berita Lokal PekanbaruNews

Ketersediaan Air Masih jadi Kendala Utama Satgas Padamkan Kebakaran Lahan di Riau

Oleh: Bayu Derriansyah

Metropekanbaru.com, PEKANBARU – Hingga hari ini, Satgas Karhutla yang terdiri dari kepolisian, TNI, BPBD, Manggala Agni serta warga lainnya masih terus berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Provinsi Riau.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto mengatakan, hampir seluruh personel kepolisian di jajaran Polda Riau turun langsung ke lokasi untuk memadamkan kebakaran.

“Kegiatan preventif, preemtif, baik sampai kepada kegiatan penegakan hukum tetap kita lakukan. Kegiatan preventif diantaranya melakukan kegiatan seperti memberikan penyuluhan kepada masyarakat. Kita sampaikan melalui media-media dialog interaktif dan sebagainya, ke komunitas-komunitas masyarakat dengan kegiatan patroli bersama masyarakat, membuat pamflet pemasangan spanduk, penayangan video Tron, dan sebagainya dalam rangka untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat,” terangnya.

“Kemudian kita juga bersama-sama dengan TNI bersama-sama dengan tim dari BPBD pemadam kebakaran, Manggala Agni, hingga hari ini masih berada di lapangan. Ya hampir seluruh anggota kita terjun ke lapangan,” imbuhnya.

Selain itu, Sunarto menjelaskan, masih terdapat sejumlah kendala yang dihadapi oleh para petugas dalam melakukan pemadaman. Diantaranya adalah minimnya sumber air yang ada di sekitar lokasi kebakaran.

Baca Juga  Air Waduk Berubah, Puluhan Ton Ikan Mati Mendadak

“Kemudian kita sampaikan fakta kendala memang yang kita hadapi sulitnya memadamkan api, pertama masih terbatasnya sarana yang ada, kemudian sulitnya mencari sumber air, yang berikutnya jauh dan luasnya TKP, kemudian juga letak geografis,” terangnya.

Bukan hanya itu, musim kemarau yang berkepanjangan juga menjadi kendala serius bagi para petugas. Pasalnya, dengan tidak adanya hujan, selain membuat sulit petugas mendapatkan sumber air, juga mengakibatkan kekeringan terhadap lahan yang memicu makin cepatnya lahan itu terbakar.

“Dan yang paling kita rasakan adalah berkepanjangannya musim kemarau yang membuat lahan kering dan membuat api dengan cepat menyala,” ungkapnya. bayu/jss

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close