Berita Lokal PekanbaruEkonomi

Kesiapan VFS Tasheel Kelola Rekam Biometrik Haji di Riau Dipertanyakan

PEKANBARU – Bentuk ketidaksiapan dari operator VFS Tasheel rupa-rupanya tak hanya dirasakan oleh masyarakat yang mencoba melakukan perekaman biometrik di Riau. Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) juga turut mengatakan hal serupa.

“Ini memang keputusan dari Pemerintah Saudi. Hanya saja mereka (VFS Tasheel) tidak siap dari segala aspek,” sebut Wakil Ketua DPD Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Sumbagut, Ibnu Mas’ud, Sabtu, 22 Desember 2018.

Operator satu-satunya perekaman biometrik sebagai prasyarat pengajuan visa umrah bagi jamaah Indonesia ini dianggap telah gagal.

Alasan Ibnu itu karena operator ini hanya mampu menempatkan satu perwakilannya saja untuk satu Provinsi ditiap wilayah yang ada di Indonesia.

“Di Riau ini lebih pula. Riau dan Kepri malah disatukan. Udah gitu kantornya di Ibu Kota Provinsi lagi. Itu disewanya di tempat kecil punyanya Kantor Pos Jalan Adi Sucipto. Jadi yang dari Kepri, daerah Pelelawan yang jauh sana, apa lagi orang tuanya jauh-jauh datang ngantre” jelasnya.

Baca Juga  Peringatan Hari Ibu, Menteri Yohana: Kualitas Perempuan Masih Rendah

Selain itu makin diperparah dengan melakukan pembatasan-pembatasan bagi calon jamaah dengan cara hanya menerima 60 orang untuk setiap harinya.

” Tadi saja saya ngecek pagi jam 09.00 WIB Kantornya saja belum buka. Bahkan saya lihat di Jakarta sampai ada yang pingsan. Kebutuhan di Riau ini besar. Masak cuma bisa sewa kantor pos. Ruangannya kecil lagi,” tegasnya.

Ibnu berharap agar secepatnya Pemerintah Indonesia segera bertindak tegas dan mengambil langkah cepat terhadap operator yang disebut-sebut sebagai perusahaan internasional yang memenangkan tender dari kerajaan Arab Saudi itu. Azhar.

Foto Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close